Berita Banjarbaru

Kalsel Diminta Memperkaya Data Sejarah Kejadian Bumi pada Geopark Nasional Meratus

Kandungan ofiolit tertua salah satu hal yang terus dipublis oleh Badan Pengelola Geopark Nasional Pegunungan Meratus.

Kalsel Diminta Memperkaya Data Sejarah Kejadian Bumi pada Geopark Nasional Meratus
BANJARMASINPOST.co.id/kaspul anwar
Geopark Meratus, Hari Ini Dideklarasikan Gubernur Kalsel di Kiram Park, Sabtu (24/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Geopark Nasional Pegunungan Meratus menonjolkan sejarah kejadian bumi pada beberapa geosite. Kandungan ofiolit tertua salah satu hal yang terus dipublis oleh Badan Pengelola Geopark Nasional Pegunungan Meratus.

Kepala Bidang Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel, Ali Mustofa, menjelaskan Melalui Forum Internasional Simposium ke-6 Asia Pasific Geopark Network (APGN) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalsel kembali menyajikan variasi geosite Geopark Nasional Pegunungan Meratus saat mendapatkan kesempatan prosentasi.

"Pada pertemuan tersebut kami prosentasi menulis jurnal supaya dimasukan ke dalam jurnal geopark internasional. Hal yang kami tulis variasi geosite apa aja. Tema yang diusung kemarin diprosentasikan dalam bahasa Inggris," ujarnya.

Baca: Pemprov Kalsel Tawarkan Tuan Rumah Pertemuan Asia Pasiflc Geopark Network Symposium

Ali menjelaskandari prosentasi tersebut ada beberapa masukan dari tim penilai unesco global geopark (UGG). Salah satunya Kalsel diminta memperkaya data sejarah kejadian bumi.

"Rekomendasi tersebut akan kami tindak lanjuti dengan penulisan bersama tim ahli geologi. Jika kita membuktikan dengan data bahwa misalnya di tempat kita ada kejadian bumi yang tidak terjadi di tempat lain, maka otomatis pengusulan UGG pasti diterima," tegas Ali.

Menurut Ali, pada pertemuan yang dilaksanakan tanggal 3--6 September lalu tersebut menghasilkan beberapa hasil penting. Selain penulisan jurnal juga disepakati kerjasama dengan 15 geopark nasional dan empat UGG. Dari kerjasama tersebut masing-masing geopark saling membantu promosi.

Baca: Menteri Pariwisata Arief Yahya Dukung Meratus Diusung Menjadi Geopark International

"Misal wisatawan yang berkunjung ke Bali juga akan dibertahukan bahwa di tempat lain ada geopark dengan keunggulan macam-macam, sehingga pengunjung bisa melanjutkan perjalan ke geopark lainnya. Keuntungan kerjasama tersebut Geopark Pegunungan Meratus mendapatkan promosi dari geopark lainnya, " urainya.

Hasil lainnya pada pertemuan tersebut Geopark Nasional Pegunungan Meratus menawarkan diri menjadi tuan rumah pertemuan geopark Malindo (Malaysia-Indonesia. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved