Berita Tanahlaut

Knalpot Racing Paling Banyak Dikeluhkan Warga, Ini yang Dilakukan Polres Tanahlaut

Menarik dari hasil Operasi Patuh Intan 2019 penggunaan knalpot blong atau knalpot racing menjadi yang paling dikeluhkan masyarakat.

Knalpot Racing Paling Banyak Dikeluhkan Warga, Ini yang Dilakukan Polres Tanahlaut
Humas Polres Tanahlaut
Knalpot racing sitaan razia dipamerkan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Menarik dari hasil Operasi Patuh Intan 2019 penggunaan knalpot blong atau knalpot racing menjadi yang paling dikeluhkan masyarakat. Hal itu disebutkan Kasatlantas Polres Tanahlaut AKP Lalu Ryan Aditya di halaman Polres Tanahlaut, Rabu (11/9/2019).

Penggunaan knalpot blong sebutnya banyak dilaporkan masyarakat karnwa suaranya yang bising.

"Laporannya knalpot ini sangat menggangu saat masyarakat tengh beribadah di rumah ibadah atau di majelis taklim," jelasnya.

Oleha karenanya rida dua yang memakai knalpot bising juga ikut diamankan dan disita knalpotnya.

Tak hanya knalpot racing ada juga terang Lalu pemilik roda dua yang masih menggunakan knalpot asli dari pabrikan namun dimodifikasi dengan cara melepas saringan dalam knalpot.

"Memang kalau dalam kecepatan rendah suaranya tidak nyaring, akan tetapi saat kecepatan tinggi, maka knalpot standar yang dimodifikasi tersebut mengeluarkan suara nyaring," tambahnya.

Baca: Hari Terakhir Razia Patuh Intan, Segini Total Pelanggaran di HST, Alasannya Banyak Lupa Bawa Dompet

Baca: Pemkab Banjar Kibarkan Bendera Setengah Tiang dan Turut Berdua Atas Berpulangnya BJ Habibie

Baca: Tim Karhutla Tabalong Berikan Sosialisasi Cegah Kebakaran Hutan

Masyarakat terangnya masih diperbolehkan memakai knalpot bising namun perlu ada rekomendasi dari Ikatan Motor atau dalam rangka lomba.

Operasi Patuh Intan 2019 selama 14 hari yang lalu oleh Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tala, dengan melakukan razia terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat telah berakhir. Dari hasil operasi yang telah dilakukan di beberapa titik yang ada di kota Pelaihari terdata ada sebanyak 1.081 pelanggaran berupa tilang.

Kemudian pelanggaran lain berupa teguran sebanyak 297 buah. Barang bukti yang di sita berupa SIM sebanyak 421, STNK sebanyak 1.183 buah, kendaraan 189 unit. Jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran seperti sepeda motor sebanyak 1.391 unit, mobil penumpang 302 buah, mobil barang 104 buah, dan kendaraan khusus empat unit. Sementara untuk propesi pelanggar seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 189 orang, karyawan swasta 956 orang, pelajar dan mahasiswa 435 orang, dan pengemudi atau supir 221 orang.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved