Berita banjarbaru

NEWSVIDEO : Kunjungi Kalsel Terkait Karhutla Di Kalsel, Pesawat Wakapolri Delay Karena Kabut Asap

, kedatangan Wakapolri molor karena pesawat reguler yang dia tumpangi dari Jakarta mengalami delay empat jam karena kabut asap.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wakapolri, Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H melakukan asistensi dan supervisi terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel.

Namun, kedatangan Wakapolri molor dari jadwal karena pesawat reguler yang dia tumpangi dari Jakarta mengalami delay empat jam karena kabut asap.

"Saya memang pagi harusnya. Jam lima saya sudah ada di Bandara Soekarno Hatta, delay empat jam karena laporan di bandara Syamsudin Noor jarak pandang hanya 100 meter sehingga pesawat tidak mungkin bisa mendarat. Karena kejadian itu, kedatangannya mundur dari Jakarta," kata Wakapolri.

Tapi, Wakapolri tidak menuduh siapa yang tidak bekerja maksimal di Kalsel namun mengapresiasi petugas yang sudah bekerja maksimal. Dirinya setelah sempat patroli menggunakan heli patroli yang disediakan malah mengapresiasi petugas Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel.

Baca: Tim Monitoring Karhutla BNPB Pusat Kunjungi Pos Lapangan Satgas Kodim Martapura

Baca: Penampakan Pesawat di Kuburan BJ Habibie Seusai Pemakaman, Makam Presiden ke-3 RI Diserbu Warga

Baca: Jelang Kalteng Putra vs Persebaya Surabaya, Kabut Asap Selimuti Stadion Tuah Pahoe

Baca: Angkutan Sungai Semakin Ditinggalkan, Isun Bertahan Jadi Nakhoda Kapal Jurusan Nagara-Banjarmasin

"Saya berterimakasih kepada tim karhutla di Kalsel yang sudah berupaya maksimal untuk melakukan pencegahan dan membantu menangani kebakaran hutan dan lahan, ini pasti berkat kerjasama tim termasuk BNPB dan BPBD serta relawan pemadam," tandas Wakapolri.

Dirinya juga melihat, dengan peralatan sederhana ditambah jumlah luasan Kalsel dan tidak sebanding dengan jumlah personil memang tidak bisa seluruhnya ditangani kebakaran yang ada karena memang tidak sebanding.

"Jadi yang bisa dilakukan mencegah agar tidak sampai ke rumah penduduk dan sejenisnya. Saya melihat tadi setelah melakukan pemantauan melalui udara. Asap yang ada di sekitar bandara itu ada sebagian wilayah jauh. Yang terlihat jejak api itu ada di sekitar wilayah sendiri. Liang anggang, Sungai Tabuk Pelaihari. Dan semua itu adalah bukan hutan namun lahan termasuk lahan pertanian," kata Waka Polri.

Memang, lanjutnya, BNPB dengan water boombingnya pun juga tidak signifikan jika yang terbakar sebanyak itu.

"Karena itu menurut saya kedepan perlu kita tingkatkan pencegahan dari Dinas pertanian. Karena sesuai yang kita lihat yang terbakar itu adalah lebih kepada lahan masyarakat yang bertani. Bagaimana menyadarkan masyarakat kita turun temurun bertani tersebut tidak membuka lahan dengan cara membakar usai memanen padi," kata Wakapolri.

Jika dia bandingkan dengan Provinsi lain untuk hari ini ungkap Wakapolri, hampir sama kebakaran hutan dan lahannya. Tertinggi di Riau, Sumatra Selatan, Pontianak dan Kalteng. Untuk di Kalsel banyak spot. Namun spot belum tentu api.

Baca: Belasan Hektare Kebun Karet Terbakar di Suato Tatakan Tapin Selatan

Baca: Foto Pose Ayu Ting Ting dengan Bule Filipina Jadi Sorotan, Teman Ivan Gunawan Sampai Julurkan Lidah

Baca: Tertangkap di Kalsel, Dua Sindikat Curat Nasabah BCA Dibawa ke Palangkaraya

"Tapi kalau api dari lahan kebun masyarakat tanah masyarakat. Bagaimana untuk menyadarkan mereka. Karena saya pernah tugas disini, tahun 1985 dari dulu juga ada asap karena pertanian," tandasnya.

Penegakan hukum pasti ada supaya ada efek jera, dan Polda Kalsel laporannya sudah ada lima, empat yang ditahan.(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved