BJ Habibie Meninggal Dunia

Sebelum Meninggal, BJ Habibie Bicarakan Nasib Pesawat R20, Sangat Sedih, Ingin Rencana Itu Terwujud

Presiden ketiga negeri ini, Baharudin Jusuf Habibie (83), menghembuskan napas terakhirnya, Rabu(11/9) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto.

Sebelum Meninggal, BJ Habibie Bicarakan Nasib Pesawat R20, Sangat Sedih, Ingin Rencana Itu Terwujud
capture/banjarmasin post video
Banjarmasin Post Edisi Kamis, 12 September 2019, Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -  Indonesia berkabung, Presiden ketiga negeri ini, Baharudin Jusuf Habibie (83), menghembuskan napas terakhirnya, Rabu(11/9) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Tokoh kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit.

Menurut Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, yang merupakan keponakan BJ Habibie, mengungkapkan sebelum meninggal, kata dia, Habibie sempat menyampaikan sejumlah pesan.

“Dua minggu yang lalu beliau mengatakan ingin datang ke Gorontalo. Pak Habibie terakhir bicara sama saya tentang pesawat R20 sampai dua jam. Beliau sangat sedih. Ingin rencana itu terwujud,” kata dia.

Habibie juga sempat berbincang dengan sahabatnya, Arief Rachman, sebelum meninggal. Habibie juga berpesan kepada tokoh pendidikan tersebut. “Kamu tidak hanya jadi pengajar, tapi juga pendidik. Didiklah bangsa ini sebaik-baiknya,” ujar Arief mengutip pesan Habibie kepada dirinya.

Baca: Indonesia Berkabung, BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun di Makam Pahlawan Kalibata

Baca: Quraish Shihab : Habibie Terlihat Teteskan Air Mata dan Tak Melepaskan Senyumnya

Baca: Rombongan Guru dan Murid Melayat ke Rumah BJ Habibie, Kegiatan Belajar Mengajar Pun Dihentikan

Rusli Habibie sempat menjenguk ke RSPAD Gatot Subroto pada Selasa sore. Dia mengungkapkan pihak keluarga telah menerima informasi dari pihak dokter mengenai kondisi terakhir Habibie.

“Sebenarnya kemarin kami mendapat sinyal bahwa Pak Rudy (panggilan BJ Habibie) sudah dekat. Saat itu kami langsung berdoa agar ada mukjizat,” kata dia.

Sebelum meninggal, kata dia, Habibie sempat menyampaikan sejumlah pesan. “Dua minggu yang lalu beliau mengatakan ingin datang ke Gorontalo. Pak Habibie terakhir bicara sama saya tentang pesawat R20 sampai dua jam. Beliau sangat sedih. Ingin rencana itu terwujud,” kata dia.

Sebelumnya, keluarga dekat sudah berkumpul di rumah sakit tempat BJ Habibie dirawat tersebut. Habibie telah menjalani perawatan intensif di sana sejak 1 September 2019. Putra kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie, menjelaskan ayahanda meninggal dunia juga karena usia. “Alasan kenapa meninggal adalah karena sudah menua, faktor usia. Kemarin saya katakan bahwa gagal jantung yang mengakibatkan penurunan itu,” ujar Thareq.

Dikemukakannya, tim dokter sudah berusaha secara maksimal. “Tidak ada yang bisa dibuat apa-apa lagi. Mohon doanya, terima kasih,” katanya.

Terpisah, Mensesneg Pratikno mengatakan jenazah Habibie akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. “Akan dimakamkan di sebelah almarhum Bu Ainun (istri BJ Habibie),” kata Pratikno.

Baca: Kisah Cinta BJ Habibie dan Ainun, Tak Takut Mati Saat Susul Gula Jawa di Keabadian

Baca: Penyesalan BCL dan Duka dari Syahrini Maia Estianty dan Raffi Ahmad untuk BJ Habibie

Baca: Terungkap Pesan Terakhir BJ Habibie untuk Sang Cucu Terkait Sepak Bola

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved