Berita Banjarbaru

Tim Monitoring Karhutla BNPB Pusat Kunjungi Pos Lapangan Satgas Kodim Martapura

Kabut Asap akibat banyaknya lahan yang terbakar membuat petugas satgas karhutla diwilayah Banjarbaru kewalahan.

Tim Monitoring Karhutla BNPB Pusat Kunjungi Pos Lapangan Satgas Kodim Martapura
Dari Kodim 1006 Martapura untuk BPost
Tim Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Kunjungan kerja ke Pos Lapangan Subsatgas -6 Kodim 1006/ Mtp di Guntung Damar Banjarbaru , Kamis 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabut Asap akibat banyaknya lahan yang terbakar membuat petugas satgas karhutla diwilayah Banjarbaru kewalahan.

Hal ini menjadi perhatian Tim Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dan Provinsi Kalimantan Selatan.

Disambut Dandim 1006/ Mtp Letkol Arm Siswo Budiarto.S.IP.MM.MI.Pol Mayjend TNI ( Purn ) Tim Ahli BNPB Pusat dipimpin Staf Ahli Amrin dan LO BNPB wilayah Kalsel Kolonel Inf Fajar Tjahyono, serta beberapa pejabat BPBD Kalsel, melakukan Kunjungan kerja ke Pos Lapangan Subsatgas -6 Kodim 1006/ Mtp di Guntung Damar Banjarbaru , Kamis (12/9/2019 ).

Sebelumnya, Tim sudah berada di Banjarmasin sejak empat hari yang lalu mengunjungi di berbagai Pos dan lokasi lahan yang terbakar

Baca: Jelang Kalteng Putra vs Persebaya Surabaya, Kabut Asap Selimuti Stadion Tuah Pahoe

Baca: Malunya Barbie Kumalasari Gara-gara Nama Kota di Amerika, Ruben Onsu & Ivan Gunawan Bereaksi

Baca: Almien Ashar Safari Resmi Jadi Ketua DPRD HSU Periode 2019-2024

Baca: Tertangkap di Kalsel, Dua Sindikat Curat Nasabah BCA Dibawa ke Palangkaraya

Dalam pemaparannya, Dandim Martapura mengatakan ada sembilan Pos Tim Karhutla ditempatkan di dua lokasi wilayah Kabupaten dan Kota Dibantu MPA dan BPBD serta Nanggal Agni.Mereka bekerja sesuai dengan Tupoksinya dan selalu melaporkan kegiatan.

Meluasnya lahan yang terbakar selain unsur kesengajaan juga karena faktor alam. Terkait hal itu , Siswo melaporkan kendala dilapangan minimnya peralatan , kurangnya komunikasi dilapangan menjadi penyebab terhambatnya penindakan pemadaman api, seperti hal areal sektor bandara dan wilayah Sidomulyo dan Guntung Damar, itu memerlukan mesin kecil vertable dan kendaraan.

Kepada pemerintah yang mempunyai hak wewenang untuk mengerakkan personil dan peralatan dimohon kesediaannya membantu.Ungkap Dandim

Beda halnya Dantim -5 Subsatgas Banjarbaru Pelda Ahkmad Rifai, wilayah yang menjadi tanggung jawabnya sudah ratusan hektar terbakar, mereka kesulitan melakukan komunikasi karena medan terkendala jauh lagi pula minim alat kita hanya mengandalkan tanggi damkar yang siap selalu diperlukan. BPBD ada namun hanya sebatas peralatan.

Berharap dukungan sekiranya agar kami bisa memaksimalkan tugas dilapangan

Menanggapi hal tersebut Tim BNPB Pusat di wakili Staf ahli Mayjen TNI ( Purn ) Amrin menuturkan kabut asap dan lahan mengganggu penerbangan di Kalsel menurutnya dalam laporan kejadian yang didapat ada tujuh penerbangan tertunda disebabkan asap begitu tebal dan jarak pandang hanya dapat terlihat seribu lima ratus meter saja.

Baca: Belasan Hektare Kebun Karet Terbakar di Suato Tatakan Tapin Selatan

Baca: Firasat? Pesan Terakhir BJ Habibie Sebelum Meninggal Dunia pada Dita Soedarjo, Mantan Denny Sumargo

Baca: Delay 4 Jam dari Jakarta, Wakapolri : Harus Ada Terobosan Gandeng Petani Agar Tak Bakar Lahan

Itu merupakan masalah besar buat Pemerintah yang harus diselesaikan, untuk mencari solusinya kita harus bekerja, dan komunikasi yang menjadi penyebab terhambatnya penindakan segera dilakukan langkah kerja sama yang baik dilapangan sehingga permasalahan dapat diatasi.

Menurut Amrin langkah baik adalah yang pertama komunikasi terus berupaya semua pihak untuk melakukan perbaikan sistem dan pola kerjasama, lakukan kembali secara tepat koordinasi dengan pemerintah setempat guna mendukung tugas Karhutla dengan begitu permasalahan dapat diatasi.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved