Dibalik Kisah Pulau Burung Tanahbumbu

Adapula Pesta Adat Mappanre Kampung di Palau yang Berada di Tengah Laut

Selain cerita rakyat tentang asal muasal adanya Pulau Burung yang sebelumnya bernama Desa Pulau Panjang, kemudian makam keramat.

Adapula Pesta Adat Mappanre Kampung di Palau yang Berada di Tengah Laut
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Selain cerita rakyat tentang asal muasal adanya Pulau Burung yang sebelumnya bernama Desa Pulau Panjang, kemudian makam keramat. Ternyata masih banyak lagi cerita unik tentang pulau berada di tengah laut tersebut.

Untuk mencapai pulau itu, ditempuh perjalanan sekitar 15 menit menggunakan perahu motor. Selain letaknya strategis, Pulau Burung sebutan akrab masyarakat Kabupaten Tanahbumbu juga menyimpan kerafian lokal yang masih sangat kental.

Setiap tahun warga Pulau Burung mayoritas dari suku Bugis menggelar upacada adat Mappanre Kampung (selamatan kampung).

Hanya tradisi ini berbeda pada upacara adat Mappan Re Ritasi biasa digelar di Pantai Pagatan.

Baca: Pulau Burung Tanahbumbu, Berawal dari Kisah Rakyat Tentang Sepasang Ular yang Mati

Baca: Makam Keramat Datu Kaci, Bakal Dijadikan Wisata Religi di Kecamatan Simpang Empat Tanahbumbu

Baca: Munculnya Makam Keramat di Desa Tengah Laut di Tanahbumbu Berawal dari Sinar Menyerupai Lampu Sorot

"Acara ini (pesta adat) beda dengan yang di Pagatan dan Pulau Suwangi adalah Mappan Re Ritasi. Acaranya di laut. Kalau kita di Pulau Burung di darat," kata Saidina Kepala Desa Pulau Panjang.

Menurut Saidina, pelaksanaan selamatan kampung dilaksanakan setiap bulan Muharram. Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena setiap tahun masyarakat panen buah yang melimpah.

"Mayoritas masyarakat di Pulau Burung hidup berkebun. Dan, sudah menjadi tradisi adat masyarakat melaksanakan selamatan kampung," jelasnya.

Saat prosesi selamatan, bahan disiapkan mulai dari ketan, ayam dan beberapa jenis lainnya. Kemudian dilakukan pembacaan ayat-ayat Alquran oleh seorang yang disebut ketua adat.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved