Berita Balangan

Bakar Lahan untuk Tempat Bertani, Kepala Desa Liyu Awasi Prosesnya Bersama Masyarakat Peduli Api

Pada sejumlah desa di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan kerab melakukan pembakaran lahan untuk membuka lahan baru sebagai tempat bercocok tanam.

Bakar Lahan untuk Tempat Bertani, Kepala Desa Liyu Awasi Prosesnya Bersama Masyarakat Peduli Api
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Warga Desa Liyu melakukan pembakaran lahan untuk kembali digunakan sebagai lokasi bertani 

Satu hari satu lahan dengan luasan setengah hektare.

Selain itu secara berkeroyok akan dijaga agar api tidak merayap ke lahan milik orang lain.

Sistem pertanian di Desa Liyu masih menggunakan sistem lahan berpindah.

Pembakaran lahan pun juga berpacu dengan musim kemarau yang juga ditandai adanya tanaman musim kemarau yang berbunga di hutan desa.

Setiap hari ujar Sukri memang ada warga yang menginformasikan akan membakar lahan untuk pengolahan nantinya.

Ia juga ikut serta mengawasi proses pembakaran tersebut, yang kemudian akan ditanami produk pertanian.

Sementara itu, sebelumnya, pada saat acara menyambangi desa di wilayah hukum Polsek Halong, Kapoles Halong, Iptu Krismianto mengharapkan agar masyarakat tidak membakar lahan dan hutan untuk membuka lahan pertanian.

Meskipun ujarnya hal itu merupakan cara efektif dengan cost yang murah.

Namun dampak yang ditimbulkan harus dipertimbangkan.

“Dengan tidak membakar lahan atau hutan saat membuka lahan pertanian, berarti bapak ibu membantu pemerintah dan menyelamatkan kelangsungan hidup masyarakat banyak dari dampak asap akibat Karhutla itu sendiri,” ucapnya saat menggelar tatap muka dengan mayarakat di Kantor Desa Mamigang.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved