Berita Banjar

Bangunan Lama Tak Bisa Diperbaiki, Pelayanan Pustu Pasar Jati Terpaksa Nyewa Rumah Warga

Pelayanan kesehatan Pustu Pasar Jati terpaksa dilaksanakan di rumah warga semenjak bangunan pustu tidak lagi layak digunakan

Bangunan Lama Tak Bisa Diperbaiki, Pelayanan Pustu Pasar Jati Terpaksa Nyewa Rumah Warga
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Pustu Pasar Jati ini kondisinya sudah rusak parah. Untuk pelayanan, terpaksa menyewa rumah warga 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Pasar jati akhirnya terpaksa dilakukan di rumah warga sekitar dengan status menyewa. Pasalnya bangunan lama di tepi Jalan A Yani Kilometer 51 RT 3 Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul tidak lagi bisa digunakan.

Bangunan lama tidak bisa digunakan dan  juga tidak bisa diperbaiki oleh Pemkab Banjar. Alasannya, lokasi pustu berada di garis sempadan jalan sehingga perbaikan justru melanggar secara aturan.

Sementara keberadaan Pustu vital bagi masyarakat di Desa Pasar Jati. Kondisi bangunan lama kusam dengan atap yang bolong dan plafon yang hancur serta rapuh.

"Sekarang Pustu ini tidak berfungsi kita sewakan rumah disitu. Rumah penduduk kita sewa, kita manfaatkan untuk Pustu. Pustu lama tutup. Rumah itu masih di wilayah pasar jati. Kurang lebih dua bulan Pustu memanfaatkan rumah warga yang disewa ," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah, Jumat (13/9/2019).

Baca: Huru-hara Hati Reino Barack Gara-gara Ulah Keponakan Syahrini, Incess Buru-buru Lakukan Ini

Baca: Hibur Anak-anak Korban Kebakaran Alalak, Kalsel Peduli dan ACT Kalsel Gelar Dongeng Kemanusiaan

Baca: Gangguan Pelakor pada Cut Meyriska & Roger Danuarta yang Baru Nikah, Muncul Saat Bulan Madu

Baca: Jadwal Live Liga Inggris Pekan 5 di TVRI & Mola TV, MU vs Leicester City & Liverpool vs Newcastle

Tercatat, bahkan posyandu balita yang rutin setiap bulannya, tetap dilaksanakan meski berjubel dengan balita yang ada hingga kisaran 70 anak. Pustu ini memberikan pelayanan kesehatan untuk tiga desa yang ada di Kecamatan Astambul.

Tiga desa tersebut yakni Desa Pasar Jati, Desa Danau Salak, dan Desa Banua Anyar Danau Salak. Dengan catatan perbulannya ada sekitar 200 hingga 300 lebih masyarakat yang berkunjung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Layanan kesehatan yang dimaksud ialah, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan rutin Ibu Hamil (Bumil), Posyandu Balita, dan Posyandu Lansia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah mengatakan bahwa untuk pembangunan Pustu Pasar Jati akan dianggarkan, namun untuk rehab bangunan Pustu yang ada saat ini tidak dapat dilaksanakan lantaran posisi bangunan masuk dalam garis sempadan jalan.

"Pustu ini kita tidak akan melakukan perbaikan dan rehab, karena aturan di jalan a Yani bertentangan, proses pembangunan ada aturannya, harus 35 meter dari sempadan jalan. Yang ada ini Paling 2-3 meter kena sudah," kata dia.

Untuk itu Puskesmas Astambul sebagai penyelenggara Pustu Pasar Jati telah diminta untuk mencari lahan kosong yang berada minimal 35 meter dari sempadan Jalan A Yani guna pembangunan Pustu baru di Desa Pasar Jati tersebut.

Baca: Jelang Madura United vs Barito Putera, Djajang Nurjaman Bakal Turunkan Legiun Asing

Baca: Menu Baru Chiken Drumstick, Ada Voucher Renang Gratis Transaksi Minimal Rp 250.000

Apabila lokasi baru sudah ada, pembangunan Pustu untuk Desa Pasar Jati dapat dilakukan. Karena, tambah Ikhwansyah, jika dipaksakan untuk dilaksanakan renovasi atau perbaikan bangunan lama tentu pihaknya akan melanggar aturan yang berlaku.

"Tugas kepala puskesmas sudah diperintahkan cari lokasi tanah, untuk nanti lakukan proses Pustu pasar jati. Lalu akan kami usulkan ke bagian aset agar bangunan lama dihapuskan," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved