Berita Banjarmasin

Dinas Perdagangan Minta Pedagang Urus Balik Nama Toko untuk Menghindari Masalah seperti ini

Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin mengharapkan pedagang yang sudah membeli toko dari pemilik sebelumnya diharapkan

Dinas Perdagangan Minta Pedagang Urus Balik Nama Toko untuk Menghindari Masalah seperti ini
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin didampingi aparat Satpol PP menyegel dan menggembok 20 toko yang nunggak pembayaran sewa baik di lantai 1 dan 2 Pasar Malabar Banjarmasin, Kamis (12/9/19) siang lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin mengharapkan pedagang yang sudah membeli toko dari pemilik sebelumnya diharapkan untuk segera melakukan balik nama toko ke lantai III bidang pasar dinas setempat di Pasar Baru.

“Iya sebaiknya jika sudah ada pindah tangan dari pedagang ke pedagang lainnya, untuk segera melakukan balik nama,” kata Ridho Satria, Kasi Pengelolaan bidang peningkatan sarana distribusi perdagangan dan pasar Dinas Perindustrian Perdagangan Kota Banjarmasin, Jumat (13/9/19).

Ridho kembali menegaskan, bagi penyewa toko yang membeli dari toko pemakai terdahulu harusnya melakukan proses balik nama terlebih dahulu.

Baca: Pura-Pura Nagita Slavina Baikan dengan Jessica Iskandar, Istri Raffi Ahmad Ingat Ayu Ting Ting?

Baca: Geramnya Ivan Gunawan Disebut Ngemis Cinta Ayu Ting Ting yang Bakal Diduetkan dengan Shaheer Sheikh

Baca: Pulau Burung Tanahbumbu, Berawal dari Kisah Rakyat Tentang Sepasang Ular yang Mati

Jika tidak ada proses balik nama, maka jika pemilik terdahulu ada tunggakan, maka tidak akan diketahui.

“Syarat utama balik nama itu harus lunas pembayaran sewa sampai tahun berjalan,” katanya.

Dijelaskannya, seperti pedagang bra dan pakaian dalam wanita di lantai I Malabar yang tampak bingung melihat kedatangan puluhan petugas gabungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin dan Satpol PP yang akan melakukan penggembokan tokonya.

“Akmad tidak tahu kalau ada tunggakan satu tahun retribusi sewa toko pada 2018 hingga Rp8 juta dari pemilik sebelumnya. Ini terjadi karena tak ada proses balik nama toko. Kasus seperti cukup sering terjadi,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved