Berita Kabupaten Banjar

Hari-hari Terpapar Debu, Begini Kegundahan Warga Pingaranulu Astambul

Dampak kemarau panjang saat ini di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel), kian kompleks.

Hari-hari Terpapar Debu, Begini Kegundahan Warga Pingaranulu Astambul
RUDI UNTUK BPOST GROUP
Mahruddin menyiram badan jalan di depan rumahnya untuk mengurangi debu yang beterbangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dampak kemarau panjang saat ini di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel), kian kompleks.

Termasuk di wilayah Kabupaten Banjar.

Tak cuma meluasnya kebakaran lahan/hutan serta menebalnya kabut asap, tapi juga menyebabkan debu di jalanan beterbangan mencemari udara.

Kondisi seperti itu antara lain terjadi di Desa Simpangempat Kecamatan Simpangempat dan di Desa Pingaranulu di wilayah Kecamatan Astambul.

Sejauh sekitar tiga kilometer dari jalan poros Trans Kalimantan (A Yani), kondisi badan jalan menuju Pingaranulu memang tak beraspal.

Cuma berlapis berupa perkerasan berlapis batu koral.

Baca: Ulah Adik Syahrini, Aisyahrani yang Sempat Bocorkan Rahasia Istri Reino Barack Selain Foto Syur

Baca: Pamer ke Luar Negeri Terus, Syahrini yang Kini Jadi Istri Reino Barack Ungkap Alasannya

Baca: Wakil Pimpinan KPK Mundur, Begini Isi Surat Elektronik Pemohonan Maaf Saut Situmorang

Panas terik matahari sejak beberapa pekan terakhir berimplikasi pada kian mengeringnya pasir sehingga mudah tertiup angin.

Apalagi jalanan setempat kerap dilintasi mobil bertonase besar seperti truk.

Debu pun kerap beterbangan mencemari udara setempat tiap kali mobil/truk melintas.

Teras rumah dan bahkan lantai rumah pun turut terselubungi debu.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved