Berita Banjarbaru

Kabut Asap Semakin Parah, BPBD Minta Hujan Buatan Atasi Karhutla di Kalsel

Karhutla yang semakin menjadi membuat kabut asap semakin pekat. BPBD pun, mengusulkan hutan buatan untuk mengatasi karhutla di Kalsel

Kabut Asap Semakin Parah, BPBD Minta Hujan Buatan Atasi Karhutla di Kalsel
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Rapat koordinasi Pagi bersama Marsda TNI Purn Bonar Hutagaol di Pasi Lanud Sjamsudin Noor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Seiring dengan memuncaknya musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan semakin menjadi. Lokasi air pun kian sulit ditemukan oleh satgas darat karena sejumlah sumber air sudah kering.

Selama beberapa hari terakhir, dampaknya begitu terasa. Kabut asap, begitu tebal menyelimuti sejumlah Kabupatem di Kalsel.

Oleh karena, BPBD menyampaikan usulan hujan buatan untuk wilayah Kalsel ke BNPB.

"Ya kami sudah Usulkan untuk hujan buatan ke BNPB tapi disetujui atau tidak itu nanti terserah BNPB," tandas kepala BPBD Kalsel Wahyuddin.

Baca: Ini Susunan Pemain Martapura FC vs Persis Solo, Marshell Sakit Bogel Starter

Baca: Sekarang! Live Streaming Latihan Bebas MotoGP San Marino Italia 2019, Valentino Rossi Optimis

Baca: Youtuber Bule Sebut Barbie Kumalasari Sengaja Ingin Dihujat Saat Tampil Bareng Boy William

Baca: Kesedihan Gisella Anastasia Pasca Cerai dari Gading Marten, Kekasih Wijin Ungkap Beban Psikologis

Adapun Marsda TNI Purn Bonar Hutagaol selaku tim ahli BNPB, Jumat (13/9/2019), membenarkan bahwa BPBD sudah mengusulkan hujan buatan tersebut, namun perlu diingat memungkinkan tidak untuk dibuat?

"Kemarin sudah koordinasi dengan BMKG dan memang secara teorinya jika tidak ada awan maka hujan buatan tidak bisa dilakukan. Ya ok lah BNPB akan bantu tabur garam tapi awalnya yang mau dibentuk ada gak. Ya itu dia kan," kata dia.

Namun dia memprediksi sekitar akhir Oktober 2019 ini akan dicek lagi keberadaan awan. Jika memungkinkan dibentuk hujan buatan BNPB siap laksanakan.

"Mungkin oktober ke awal november lah," tandasnya.

Sementara, Kepala Stasiun BMKG kelas 1 Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan memang jika tidak ada awan maka hujan buatan tidak bisa dibentuk.

"Kemungkinan awan bisa dibentuk pas akhir Oktober ini," tandas Goeroeh.

Dia juga melaporkan bahwa awal musim hujan, dari prakiraan paling cepat awal musim hujan oktober di minggu terakhir.

Baca: Merry Siap Jadi Asisten Bu Dendy, Tak Jadi Kembali pada Raffi Ahmad dan Nagita Slavina?

Baca: Bukti Natasha Wilona Masih Perhatian pada Verrell Bramasta, Lakukan Ini Saat Ultah sang Mantan

Baca: Ancaman Diracun Buat Sosok Ini Jaga BJ Habibie di Kolong Ranjang Suami Ainun, Bersenjata Lengkap

"Memang musim kemarau, jika dibandingkan tahun 2018, tahun ini lebih panjang atau mundur dari biasanya," kata dia.

Dijelaskan dia, dari peta diprediksi Oktober ( bisa hujan ringan) , November (hujan menengah dan lebat) dan Desember (hujan lebat). (banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved