Dibalik Kisah Pulau Burung Tanahbumbu

Ke Pulau Burung, Kita Bisa Melintasi Titian & Bersantai Seraya Melihat Bekantan Hutan Mangrove

Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu bernama Desa Pulau Panjang, adalah desa yang berada di pulau yang berbeda dari sejumlah pulau yang ada Kalimantan

Ke Pulau Burung, Kita Bisa Melintasi Titian & Bersantai Seraya Melihat Bekantan Hutan Mangrove
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu bernama Desa Pulau Panjang, adalah desa yang berada di pulau yang berbeda dari sejumlah pulau yang ada Kalimantan Selatan. Desa itu hanyalah sebuah pulau kecil.

Meski demikian, selain menyimpan banyak cerita unik. Desa tersebut, juga memiliki wisata yang eksotik. Letaknya tak jauh dari ibu kota Tanahbumbu, hanya ditempuh waktu sekitar 10 sampai 15 menit menggunakan kapal motor.

Di sana juga terdapat beberapa fasilitas, mulai dari jembatan titian dan lima unit gazebo berada di dermaga sebagai tempat bersantai sambil menikmati wisata hutan mangrove yang terdapat populasi hewan di lindungi seperti Bekantan.

Menjaga kelestarian alam, melalui pemerintah desa meningkatkan wisata dengan dibangunkannya jembatan titian sepanjang 175 meter, untuk pengunjung berkeliling area wisata hutan mangrove tersebut.

Baca: Pulau Burung Tanahbumbu, Berawal dari Kisah Rakyat Tentang Sepasang Ular yang Mati

Baca: Makam Keramat Datu Kaci, Bakal Dijadikan Wisata Religi di Kecamatan Simpang Empat Tanahbumbu

Baca: Adapula Pesta Adat Mappanre Kampung di Palau yang Berada di Tengah Laut

Selain tersedia kapal khusus yang berkapasitas 50 penumpang. Hanya dengan membayar tarif jasa Rp 20.000 (PP). Para pengunjung sudah bisa menikmati liburan dan berwisata di Pulau Burung, Kabupaten Tanahbumbu.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved