Berita Banjarbaru

KNKT Turun Cek Heli Water Bombing yang Mendarat Darurat di Cempaka Banjarbaru

Mendarat daruratnya Heli Water Boombing yang disewa BNPB di persawahan Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, membuat Komite Nasional

KNKT Turun Cek Heli Water Bombing yang Mendarat Darurat di Cempaka Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/huda
Heli water bombing melakukan mendarat darurat di areal persawahan di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka Banjarbaru. Dari penjelasan dikarenakan alarm engine berbunyi sehingga pilot Heli memutuskan mendarat darurat, Jumat (13/9/2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mendarat daruratnya Heli Water Boombing yang disewa BNPB di persawahan Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, membuat Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun ke lokasi, Jumat (13/9/2019).

Dua personel KNKT menyelidiki ada apa dari heli jenis kamov ini hingga mendarat darurat.

Menurut Kadisops Lanud Sjamsudin Noor Mayor Lek Agus Susanto, memang sesuai SOP, pemeriksaan dari KNKT turun.

"Nanti tergantung dari hasil pemeriksaan KNKT tersebut. Karena apa, dan perlu berapa lama heli tersebut bisa operasi lagi," kata Agus Susanto.

Masih dijelaskan Agus Susanto, laporan yang diterima pihaknya, pilot membuat keputusan untuk mendarat darurat setelah kru heli mendengar suara keanehan yang tidak normal di bagian mesin, kemudian sebelum mendarat bucket air dilepas duluan.

Baca: Cantiknya Cucu Almarhum BJ Habibie, Begini Tampilan Modis Farrah Habibie & Keseharian, Mirip Artis!

Baca: Celetukan Hotman Paris Tentang Honor Elza Syarief Rival Nikita Mirzani, Buat Melaney Ricardo Syok

Baca: Pamer ke Luar Negeri Terus, Syahrini yang Kini Jadi Istri Reino Barack Ungkap Alasannya

"Akhirnya landing di tempat terbuka. Untuk Heli dia boleh mendarat di openspace seperti itu. Bucket memang dilepas duluan sebelum mendarat. Selanjutnya landing di tempat terbuka secara darurat," kata dia.

Menurut dia, KNKT harus turun karena memang sesuai standarnya, kalau ada penyelidikan insiden atau accident itu adalah kewenangan KNKT yang memutuskan.

"Kalau tidak ada kerusakan serius bisa segera diterangkan lagi. Ya tergantung nanti hasil dari KNKT, termasuk boleh tidaknya diterbangkan lagi," tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahruddin, menambahkan heli jenis kamov iyang mendarat darurat sering digunakan juga untuk pemadaman.

Tapi versi dia tidak ada kerusakan serius, namun karena ini heli yang perlu safety maka harus dilakukan pengecekan.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved