Opini Publik

Menyelaraskan Bantuan Kebakaran

Rentetan peristiwa kebakaran yang mengebohkan Banjarmasin berlanjut. Sejumlah korban bencana kebakaran dari Alalak Tengah, Banjarmasin Utara

Menyelaraskan Bantuan Kebakaran
Dari Biddokes Polda Kalsel untuk BPost
Biddokes Polda Kalsel menyerahkan sembako kepada korban kebakaran di Alalak Tengah dan Alalak Utara 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rentetan peristiwa kebakaran yang mengebohkan Banjarmasin berlanjut. Sejumlah korban bencana kebakaran dari Alalak Tengah, Banjarmasin Utara, mendatangi DPRD Kota Banjarmasin mempertanyakan kepedulian dan bantuan dari Pemko Banjarmasin.

Mereka merasa bahwa bantuan yang diterima tidak sama dengan yang didapatkan oleh korban kebakaran di lokasi lain. Bahkan ada juga korban yang hingga kini belum mendapatkan bantuan.

Ironisnya, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto mengaku dana bantuan untuk korban kebakaran sudah habis. Dana murni APBD bantuan korban kebakaran sudah habis untuk 35 kali kebakaran dan masih menunggu persetujuan anggaran perubahan oleh dewan.

Terlepas dari persepsi, mengapa satu wilayah berbeda perhatiannya dibanding wilayah lain, yang perlu dipikirkan yaitu SOP dalam pemberian bantuan secara resmi oleh pemerintah. Jangan sampai muncul kesan SOP hanya berlaku untuk satu korban, sementara berbeda dengan korban lain.

Selain itu, mesti disadari bahwa angka kebakaran di Banjarmasin cukup tinggi. Tak ada salahnya, anggaran sosial bencana (kebakaran) juga diberi porsi yang memadai. Tanpa bermaksud meramalkan adanya lagi bencana serupa, sebagai langkah antisipasi perlu dirumuskan anggaran yang lebih besar untuk Kota Banjarmasin.

Dari data Dinas Sosial, hingga September terdata kebakaran berdampak pada 206 bangunan serta hampir 800 jiwa terkena imbasnya. Jumlah yang cukup besar bila melihat angka tersebut. Belum lagi kerugian material yang jumlahnya miliaran rupiah.

Tentunya, bantuan atau apapun bentuk dan nilainya semua tidak bisa sepenuhnya tergantung pemerintah. Perlu juga pelibatan warga, komunitas dan lembaga sosial lain.

Namun tak ada salahnya juga bantuan-bantuan tersebut dikoordinasi agar merata dan tepat sasaran. Contohnya. Beredar informasi di sosial media mengenai menumpuknya bantuan berupa pakaian bekas pakai. Bantuan yang sedemikian banyak, datang sejak hari pertama kebakaran di Alalak Selatan. Padahal, untuk saat ini warga lebih membutuhkan alat masak dan sembako. Akibatnya bantuan tesebut hanya dibiarkan menumpuk.

Kedepan harus disusun langkah darurat, sebagaimana bencana alam. Apa saja yang diperlukan dan diarahkan di tahap awal. Umpama diawali dari penyediaan makanan siap saji, --yang biasanya dibackup dapur umum--, kemudian kebutuhan pribadi, hingga nanti paling akhir yaitu rehabilitasi pembangunan rumah tinggal. (/BANJARMASINPOST.CO.ID*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved