Dibalik Kisah Pulau Burung Tanahbumbu

Munculnya Makam Keramat di Desa Tengah Laut di Tanahbumbu Berawal dari Sinar Menyerupai Lampu Sorot

Pulau Burung kini bernama Desa Pulau Panjang, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu banyak menyimpan cerita unik

Munculnya Makam Keramat di Desa Tengah Laut di Tanahbumbu Berawal dari Sinar Menyerupai Lampu Sorot
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pulau Burung kini bernama Desa Pulau Panjang, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu banyak menyimpan cerita unik. Selain histori tentang asal-muasal di pulau tersebut, juga terdapat sebuah makam keramat.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Pulau Panjang Saidina S.Pd, makam keramat diyakini masih kerabat mereka yang terdahulu tinggal menetap hingga sekarang di Pulau Burung.

Menurut Saidina, diketahui adanya sebuah makam keramat. Bermula dari pancaran sinar menyerupai lampu sorot memancar, dan terjadi pada setiap malam Jumat.

Selain dari pancaran sinar, diketahui adanya makam keramat. Diperkuat dengan penjelasan salah seorang seorang Habib asal Jawa Timur yang diberi alamat melalui mimpi. Bahkan menyebutkan makam keramat tersebut bernama Datu Kaci.

Baca: Pulau Burung Tanahbumbu, Berawal dari Kisah Rakyat Tentang Sepasang Ular yang Mati

Baca: Geramnya Ivan Gunawan Disebut Ngemis Cinta Ayu Ting Ting yang Bakal Diduetkan dengan Shaheer Sheikh

Baca: UPDATE Kabut Asap di Kalteng, Sekolah Kembali Undur Jam Masuk, Asap Menyebar ke Seluruh Wilayah

"Warga kampung sebelumnya banyak tidak mengetahui, karena orang awam semua. Namun masih ada hubungan keluarga. Karena berasal dari Sulawesi (suku Bugis). Kecuali pendatang dari Makasar, baru bukan," ujar Saidina.

Ditambahkan Saidina, makan keramat yang belakang diketahui bernama Datu Kaci. Bermakam di Pulau Burung diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.

Beberapa kejadian aneh pun, ungkap Saidina sempat dijumpai. Selain makam di seliputi akar pohon kariwaya (beringin), sehingga tidak terlihat dan diketahui ada sebuah makam.

Kejadian aneh itu terjadi ketika warga membakar pohon beringin. Namun, nisan makam Datu Kaci tidak turut terbakar.

"Itu (pembakaran) pohon sebelum diketahui ada makam keramat. Tapi saat membakar pohon beringin itu,nisan tidak ikut di makan api," jelasnya.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved