Berita Banjarbaru

BNPB Evaluasi Droping Pasukan Satgas Karhutla, Tahun Depan Simultan Sejak Januari

Petugas dari BNPB berjumlah 1500 untuk sosialisasi Karhutla terbilang terlambat. Tahun depan, simultan dilakukan sejak Januari

BNPB Evaluasi Droping Pasukan Satgas Karhutla, Tahun Depan Simultan Sejak Januari
Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan
Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Kodim Martapura, Kabupaten Banjar puluhan personel TNI dan Satgas Karhutla melakukan pemadaman, Minggu (8/9/2019 ). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Keberadaan petugas dari BNPB sebanyak 1500 orang yang menginap di desa-desa dalam rangka sosialisasi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terbilang terlambat. Mereka tiba, ketika cuaca telah memasuki kemarau.

Tenaga ahli BNPB pusat marjend (purn) Drs Amrin, mengatakan memang petugas tersebut di drop gunanya untuk sosialisasi. Namun, nyatanya mereka juga melakukan penanganan ikut memadamkan api.

"Agak terlambat memang, personil datang ketika sudah kemarau yang terjadi tugas sosialisasi jadi ikut tugas penanganan . Karena itu saya rasa ke depan harus ada program stumultan lanjutan jangan sampai terputus. Kedepan harapan saya itu Satgas juga sudah bergerak sejak Januari," kata Amrin.

Menurut Amrin, soal Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dipecahkan secara bersama, program pencegahan yang dilakukan serta pentingnya masukan saran guna informasi kepada pimpinan evaluasi kedepan, Jumat (13/9/2019) pagi.

Baca: Kejadian Luar Biasa Saat BJ Habibie Dibawa Diungkap Sopir Mobil Jenazah, Sebut Soal Ani Yudhoyono

Baca: NEWSVIDEO : Melihat Usaha Pencacahan Limbah Sampah Plastik di Kecamatan Batulicin

Baca: Breaking News : Lagi, Kebakaran Terjadi di Kawasan Gunung Sari Ujung Banjarmasin

Baca: Festival Kopi dan Musik Aroma Bermelodi di Poliban, 27 Barista Adu Racik Kopi dengan V60

Menurut Amrin program pencegahan merupakan inisiansi Kepala BNPB, tetapi pelaksanaan maupun tanggung jawab tetap kepada Pemerintah Daerah dalam skala keberhasilan.

"Pencegahan harus simultan. Karena pencegahan ini bersifat merubah mindset masyarakat," tandas Amrin setelah Rakor dan evaluasi satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalsel di ruang Maksid, Jumat (13/9/2019).

Dia juga mengaku gak enak karema setiap pagi selalu merasakan kabut asap setelah beberapa hari terakhir ini dirinya berada di Banjarmasin, sampai
Wakapolri pun tertunda kedatangannya.

Diakuinya, personil di lapangan memang kurang dan peralatan sangat terbatas, meski demikian semangat harus kuat, namun semangat saja pun tidak akan menyelesaikan suatu masalah. Karena itu Komunikasi semua pihak penting.

Berdasarkan laporan yang diterimanya di lapangan, masih banyak lokasi yg tidak bisa ditempuh dan tidak bisa dijangkau. Dan langsung hal itu dikomunikasikan dengan Walikota Banjarbaru.

"Kami mintakan agar Walikota agar bisa membuatkan jalan terobosan untuk titik daerah yg tida bisa dijangkau. Terutama di sekitar bandara," kata tandasnya.

Rakor Karhutla dan evaluasi di Aula Maksid Setdaprov Kalsel, Jumat (13/9/2019).
Rakor Karhutla dan evaluasi di Aula Maksid Setdaprov Kalsel, Jumat (13/9/2019). (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel, Alam mengatakan Kalsel merupakan salah satu daerah penanganan karhutla yang terbaik selama ini, maka sinergritas itu penting.

"Karhutla ini tidak terjadi baru saja, tetapi sudah lama maka dari itu perlu adanya solusi jangka panjang atau permanen yang harus dilakukan," lontarnya.

Baca: NEWSVIDEO : Jamu Persis Solo di Stadion Demang Lehman, Martapura FC Unggul Dengan Skor Tipis 2-1

Baca: Hasil & Klasemen Liga 1 2019 Pekan 19 Jumat (13/9), Bali United di Puncak, Semen Padang Terpuruk

Baca: Skor Akhir Kalteng Putra Vs Persebaya Imbang 1-1, Kabut Asap Mengganggu Pemain

Ia mengakui, sampai selama ini belum adanya solusi permanen tetapi hanya sesaat, padahal kejadian ini sudah berulang kali.

" Karena itu solusinya kedepan dua di antaranya yakni pertama melibatkan Dinas Pertanian, dalam upaya merubah mindset masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, kedua yakni melibatkan Dinas Kehutanan, untuk bergerak melindungi hutan lindung agar masyarakat terutama pedalaman tidak melakukan hal yang sama, " urainya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved