Berita Tanahlaut

Gapura di Gunung Kayangan Dirobohkan, ini Alasannya

Beton berserakan terlihat di pintu masuk Jalan A Yani kawasan Wisata Gunung Kayangan. Beton diketahui berasal dari tugu gapura yang berada di pintu

Gapura di Gunung Kayangan Dirobohkan, ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/milna sari
gapura di depan pintu masuk jalan satu arah desa Ambungan yang sudah dirobohkan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Beton berserakan terlihat di pintu masuk Jalan A Yani kawasan Wisata Gunung Kayangan.

Beton diketahui berasal dari tugu gapura yang berada di pintu masuk kawasan Gunung Kayangan.

Kerusakan beton gapura tersebut terang Kabid Tatakota dan Kebersihan DKRKPLH Kabupaten Tanahlaut Arif Setyawan memang disengaja.

Tugu sengaja dihancur oleh pihaknya bersama Polsek Tambang Ulang, Inspektorat, dan Dinas PUPRP.

Dirusaknya tugu beton berbentuk bole di atasnya itu jelasnya atas permintaan warga dan atas saran Polsek Tambang Ulang yang menganggap bangunan tugu sudah tak aman.

Tugu yang bersebelahan dengan jalan dan kembar di kiri dan kanan jalan tersebut pun dihancur untuk mengindari tugu ambruk sendiri lantaran tertiup angin.

Baca: Sparta Anjng yang Serang ART Sampai Tewas Diserahkan ke Unit K9, Begini Reaksi Bima Aryo

Baca: Perang Nikita Mirzani dan Farhat Abbas Berlanjut di Eropa, Hotman Paris Sindir Sahabat Elza Syarief

Baca: Baju Seksi Ayu Ting Ting Saat di Labuan Bajo Disorot, Penampilan Teman Ivan Gunawan dan Ruben Onsu

Baca: Rida Temui Kenyataan Putrinya Tewas Dianiaya Ibu Tirinya, Sempat Mimpi Sang Anak Minta Digendong

"Anginnya kan sekarang sedang kencang-kencangnya daripada sampai jatuh menimpa pengendara yang melintas lebih baik kita robohkan duluan," terangnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (14/9/2019).

Terlebih kini adanya kecamacetan di sepanjang Jalan A Yani di sekitar Desa Ambungan yang bisa terjadi dari pintu masuk jalan satu arah Gunung Kayangan saat akhir pekan dari arah Banjarmasin membuat pihaknya mengambil keputusan merobohkan gapura.

Sementara terang Arif mereka terpaksa membiarkan hasil reruntuhan tak dibersihkan lantaran tak mau mengganggu arus lalulintas dengan alasan pembersihan sisa reruntuhan.

"Karena kalau mau membersihkan otomatis kita harus tutup jalan dulu, dan itu khawatirnya justru mengganggu arus lalulintas," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved