Berita Tabalong

Kerjsama UPPB Pelita Abadi dan Perumda Membuat Harga Jual Karet Petani di Tabalong Lebih Mahal

UPPB Pelita Abadi sejak Agustus lalu telah bekerjasama dengan Perumda yang mengelola langsung penjualan karet keribg yang telah UPPB beli dari petani

Kerjsama UPPB Pelita Abadi dan Perumda Membuat Harga Jual Karet Petani di Tabalong Lebih Mahal
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Pelita Abadi Desa Masingai, Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Adanya perbedaan atau naik turunnyabharga karet yang ada di Kabupaten Tabalong membuat para petani karet dibuat khawatir saat harga dari tengkulak tiba tiba turun.

Namun dengan adanya Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Pelita Abadi Desa Masingai membuat warga petani karet bisa lebih tenang. Karena mereka bisa mendapatkan harga jual yang lebih stabil dan juga lebih tinggi.

Terlebih UPPB Pelita Abadi sejak Agustus lalu telah bekerjasama dengan Perumda yang mengelola langsung penjualan karet keribg yang telah UPPB beli dari para petani.

Daryoto Seksi Pemasaran UPBB Pelita Abadi mengatakan banyak keuntungan yang didapat oleh UPPB dengan adanya Parumda. Dimana biasanya UPPB menjual karet kering di PT Karias Tabing di Kabupaten HSU. Sehingga memerlukan biaya transportasi yanh cukup mahal.

Baca: Transaksi Business Matching Selama Fesyar-KTI 2019 Rp 2,6 Triliun, Penjualan UMKM Rp 5,34 Miliar

"Awalnyabada biaya mobil, ongkos timbang dan reaiko adanya penyusutan saat diperjalanan, namun saat ini dengan adanya Perumda maka hal tersebut sudah tidak menjadi beban karena dari Perumda yang melakukan pengambilan," ujarnya..

UPPB Pelita Abadi mengalami pasang surut dalam pembelian karet kering hingga bisa menjadi berkembang seperti saat ini. Dengan bantuan dari Pemerintah Daerah melalui pinjaman bergulir.

Saat ini UPPB Pelita Abadi tidak hanya membeli karet para anggota namun juga membeli dari petani karet diluar anggota dan membeli dari para tengkulak. Harga yang diberikan oleh UPPB Pelita Abadi kepada Petani juga lebih mahal yaitu Rp 8000 perkilogram.

Baca: Teluk Dalam Banjarmasin Dijadikan Percontohan Kelurahan Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

Dalam bentuk karet basah yang hanya diinapkan satu malam. "Misalnya karet yang dipanen hari ini diinapkan satu hari dengan syarat tidak direndam dan besoknya sudah bisa dijual," ujarnya.

Karet dikeringkan selama 14 hari yang kemudian dijual di Perumda dengan harga Rp 10.400 perkilogram. Dan rencananya dari Pemerintah Daerah akan kembali menggulirkan dana Rp 3 miliar untuk UPPB sehingga seluruh petani terpusat menjual di Perumda.

Daryoto menambahkan Perumda pada bulan ini ditarget mendapatkan 200 ton meningkat dari bulan lalu 100 ton. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved