Berita Tapin

NEWSVIDEO : Belasan Hektare Kebun Cabai Hiyung Di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Terbakar

Diakui Junaidi, peristiwa kebakaran lahan pada Jumat sore itu, diperkirakan ratusan juta kerugian dialami warga petani.

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Musibah kebakaran lahan perkebunan cabai rawit Hiyung akibat dampak kebakaran lahan di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel, dapat diatasi Kelompok Tani Peduli Api Hiyung Makmur, Sabtu (14/9/2019).

Kelompok Tani Peduli Api Hiyung Makmur tidak sendirian memadamkan kobaran api. Tapi dibantu regu pemadam kebakaran Desa Pematang Karangan Hilir dan BPBD Kabupaten Tapin.

"Alhamdulillah kebakaran lahan yang kedua ini tidak ada kebun cabai rawit Hiyung yang terbakar. Sudah dapat teratasi kebakarannya," katanya.

Namun tidak demikian dengan peristiwa kebakaran lahan sebelumnya, Jumat (13/9/2019) lalu.

Baca: Rantau Darurat Kabut Asap, Kalak BPBD Tapin Bagikan 1000 Masker, Nurdin Imbau Warga Kurangi di Luar

Junaidi, Sekretaris Desa Hiyung memperkirakan sekitar 15 hektare lahan kebun cabai rawit Hiyung terbakar.

Diakui Junaidi, peristiwa kebakaran lahan pada Jumat sore itu, diperkirakan ratusan juta kerugian dialami warga petani.

Petani cabai hanya sempat 12 kali panen. Seharusnya 24 kali panen cabai rawit Hiyung, jika tidak dilanda kebakaran lahan.

"Kalau ditotal kerugian sekitar Rp 600 juta yang dialami 10 kelompok tani di Desa Hiyung," katanya.

Junaidi mengaku pada 2020 akan melaksanakan pelatihan personel Kelompok Tani Peduli Api Hiyung Makmur agar semakin terampil.

Baca: Dinkes Sedia 70 Ribu Masker, Asap Kian Pekat, Kabupaten Banjar Tak Ada Kebijakan Aturan Jam Sekolah

Pelatihan itu dibekali agar petani tak saja pandai merawat pertanian cabai rawit Hiyung saja. Tapi juga terampil menggunakan alat pemadam kebakaran seperti selang.

"Kalau tidak latihan seperti tadi memasang sambungan selang salah sehingga memperlambat proses pemadaman.

Selang pemadam itu harus tepat cara memasang sambungannya. Kemudian cara merawat selang. Sudah banyak selang yang tertinggal saat berpartisipasi memadamkan kebakaran permukiman.

Giliran memadamkan areal perkebunan lahan cabai dari kebakaran lahan seperti saat ini kerepotan mencari selang karena kurang panjang," katanya.(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved