Berita Tapin

Rantau Darurat Kabut Asap, Kalak BPBD Tapin Bagikan 1000 Masker, Nurdin Imbau Warga Kurangi di Luar

Nordin mengaku kabut asap yang menyaput langit Rantau sebagian kiriman dari asap dari kabupaten tetangga dan kebakaran lahan di Kabupaten Tapin.

Rantau Darurat Kabut Asap, Kalak BPBD Tapin Bagikan 1000 Masker, Nurdin Imbau Warga Kurangi di Luar
HO/BPBD Tapin
Pengendara tak pakai helm dan masker menembus kabut asap di tugu Sirang Pitu menyikapi bencana darurat kabut asap di Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel, Sabtu (14/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - langit Rantau, ibukota Kabupaten Tapin suram dan beraroma tak sedap akibat darurat kabut asap karena dikepung kebakaran lahan, Sabtu (14/9/2019) petang.

Kapala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Tapin, Nordin turun membagikan masker gratis kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan bundaran Sirang Pitu.

Nordin bersama personelnya berupaya mencegat pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dan masker menembus kabut asap di Jalan Brigjend Hasan Basri, Rantau.

"Kami membagikan sisa masker yang kemarin sekitar 1000 lembar antisipasi kabut asap di wilayah kota Rantau.

Ini sekaligus mengimbau agar masyarakat tidak perlu beraktivitas di luar rumah kalau tidak terlalu penting," ujar Nordin.

Baca: Dinkes Sedia 70 Ribu Masker, Asap Kian Pekat, Kabupaten Banjar Tak Ada Kebijakan Aturan Jam Sekolah

Baca: Wali Kota Banjarbaru Perintahkan Buat Jalan Terobosan Menuju Titik Karhutla Daerah Tak Terjangkau

Nordin mengaku kabut asap yang menyaput langit Rantau sebagian kiriman dari asap dari kabupaten tetangga dan kebakaran lahan di Kabupaten Tapin.

"Hari ini titik api sangat banyak. Kebakaran terjadi di Kecamatan Tapin Utara, Piani, Tapin Selatan, Tapin Tengah, Lokpaikat sehingga dampak asapnya ke Rantau," katanya.

Nordin berharap kabut asap di Rantau segera berakhir agar tidak ada sekolah yang diliburkan pada awal pekan nanti.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Zain Arifin mengaku organisasinya belum memiliki alat pengukur kabut asap untuk mengetahui tingkat polusi udara di Rantau.

Zain Arifin mengaku alat yang dimiliki kemampuannya hanya menguji tingkat polusi debu bukan kabut asap sehingga rencana mengukur kualitas kabut asap meminjam alat tersebut ke Kota Banjarbaru. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved