BPost Cetak

Sepakat Memajukan Bulu Tangkis

Polemik antara Persatuan Bulu Tangkis Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia berakhir.

Sepakat Memajukan Bulu Tangkis
BPost Cetak
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pencinta olahraga, khususnya insan bulu tangkis di tanah air, kini boleh lega. Polemik antara Persatuan Bulu Tangkis Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia berakhir.

Kedua pihak yang dimediasi Menpora, Imam Nahrawi, telah membuat kesepakatan, Kamis (12/9). PB Djarum sepakat mengubah nama audisi umum beasiswa bulu tangkisnya, sedangkan KPAI sepakat mencabut suratnya tentang permintaan pemberhentian audisi tersebut.

PB Djarum sepakat mengubah nama, yang semula bernama audisi umum beasiswa PB Djarum menjadi audisi umum beasiswa bulu tangkis --tanpa menggunakan logo, merek dan brand image Djarum. Sedang KPAI sepakat mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi Djarum.

Sebelumnya, publik dibuat khawatir Indonesia bakal kehilangan pamor di dunia olahraga bulu tangkis, menyusul keputusan penghentian Audisi Umum Beasiswa PB Djarum yang digelar sejak 2006.

Baca: Polemik KPAI Vs PB Jarum, Susi Susanti Minta KPAI Cepat Carikan Solusi

Baca: Kabut Asap Semakin Pekat, Hujan Buatan Belum Bisa Dilakukan

Baca: Detik-detik Seorang Ibu Selamatkan Diri Saat Mobil Rush Tertabrak Kereta Api Tegal Bahari

Baca: Dikabarkan Habibie Donorkan Kornea Mata untuk Putranya, Ilham Akbar Habibie : Itu Kabar Hoaks

Sikap tegas ini diambil untuk menyikapi tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menyebut PB Djarum mengeksploitasi anak lewat audisi bulu tangkis demi promosi merek dagangnya.

Dengan adanya kesepakatan kedua belah pihak ini, kita berharap PB Djarum tetap semangat mencari bibit atlet olah raga tepok bulu itu ke pelosok-pelosok daerah.

Kita harus angkat jempot buat PB Djarum, karena selama ini mampu memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi kemajuan olahraga bulu tangkis di Indonesia. Tidak sedikit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan negeri ini, ketika mereka tampil di kancang internasional.

Peraih juara All England tiga kali (1978, 1979, 1981), Liem Swie King, memulai latihan bulu tangkis. Ia dibina PB Djarum sejak usianya baru menginjak 13 tahun. Kemudian, pasangan ganda putra Kartono/Heryanto juga tak ketinggalan memenangi All England 1981.

Sejak diresmikan pada 1974 hingga kini, PB Djarum konsisten melahirkan atlet-atlet bulu tangkis level dunia. Gelar-gelar dunia seperti All England, Thomas dan Uber Cup, Sudirman Cup, sampai Kejuaraan Dunia, sukses direngkuh atlet-atlet PB Djarum.

Yang paling membanggakan, atlet-atlet bulu tangkis PB Djarum juga mampu menyumbang medali Olimpiade, hingga nama Indonesia pun tercatat sebagai peraih medali pada kegiatan multi event tingkat dunia itu.

Hingga kini, tercatat total,11 atlet PB Djarum berhasil mempersembahkan medali Olimpiade untuk Indonesia.

Baca: Kisahnya Viral, Demi Kembalikan Dompet yang Terjatuh, Pria Ini Rela Kayuh Ontel 24 Jam Solo-Pasuruan

Baca: Lapor Polisi Saat Foto Tanpa Busananya Viral, Terkuak Cewek Asal Ngawi Ini Dijanjikan Gaji Rp4 Juta

Baca: Agus Cs Kembalikan Mandat ke Presiden, Saut Mundur Setelah DPR Pilih Pimpinan KPK

Berdasar fakta sejumlah prestasi di atas, maka kita patut bersyukur di negeri ini ada perusahaan seperti Djarum Foundation ini, yang peduli membina atlet mulai dari nol hingga berprestasi di tingkat dunia.

Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah khususnya, harus mendukung PB Djarum. Kita berharap, audisi beasiswa bagi atlet-atlet bulu tangkis pemula tetap jalan. Ini, agar prestasi demi prestasi terus tercipta dari olah raga yang menjadikan nama Indonesia disegani di jagat ini. (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved