Berita Banjarmasin

Berharap Bisa Bangun Rumah Lagi, Korban Kebakaran Jual Sebagian Bahan Makanannya

Ada pemandangan menarik terlihat di tengah tenda-tenda yang berdiri di permukiman terdampak kebakaran Alalak Selatan RT 4 dan 5 Kecamatan Banjarmasin

Berharap Bisa Bangun Rumah Lagi, Korban Kebakaran Jual Sebagian Bahan Makanannya
banjarmasinpost.co.id/ghanie
sejumlah korban terdampak kebakaran di Alalak Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel, saat menerima pembagian bantuan hasil para penderma 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada pemandangan menarik terlihat di tengah tenda-tenda yang berdiri di permukiman terdampak kebakaran Alalak Selatan RT 4 dan 5 Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel, Minggu (15/9/2019) siang tadi.

Meski masih beratap dan berdindingkan terpal sebagai tempat tinggal mereka setelah disapu habis oleh musibah kebakaran pada Selasa (10/9/2019) lalu, soal bahan makanan baik telur, beras, gula, mie instan hingga pakaian layak pakai tak perlu dikhawatirkan lagi karena berlimpah.

Sehubung itupula, tidak sedikit sejumlah korban terdampak kebakaran lainnya yang bermimpi membangun kembali rumah mereka memilih menjual persediaan bahan makanannya, seperti yang dilakukan Sri Afiatun.

Baca: Ini Jenis-jenis Barang yang Sangat Dibutuhkan Korban Kebakaran di Alalak Selatan

Baca: Protes Ruben Onsu Saat Masa Lalu Betrand Peto, Anak Angkatnya Bersama Sarwendah Kerap Diungkit

Baca: Diam-diam Adik Raffi Ahmad, Nisya Sakit Parah Hingga Buat Kakak Syahnaz Sering Pingsan

Warga RT 5 Kelurahan Alalak Selatan itu mengaku memilih menjual sebagian persediaan makanannya untuk membeli material bangunan seperti kayu dan lainnya dengan harapan rumah yang semula hangus terbakar bisa berdiri kembali.

"Iya sebagian memang saya jual. Karena uangnya untuk membeli material bangunan seperti kayu, kayu balok dan lainnya demi mencicil membangun rumah," ungkapnya.

Disinggung mengenai harga Sri mengaku memang mematok sedikit lebih murah dari harga pasaran.

Seperti gula untuk satu kilogramnya hanya seharga Rp 10 ribu.

"Kalau di luar (pasar tradisional, red) kan bisa mencapai Rp 12.500 atau Rp 12.000," ujarnya.

Tidak terkecuali alat memasak atau kompor, Sri sampai saat ini terpaksa masih meminjam kompor gas milik kelurahan untuk memasak makanan atau pun merebus nasi.

"Alhamdulillah, untuk kompor tadi pinjam ke kelurahan. Karena juga belum dapat sampai hari ini," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved