Berita Kalteng

BREAKING NEWS - Udara Sampit Berbahaya, Bupati Liburkan Sekolah Seminggu, Pemkab Gelar Salat Istisqa

Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi, mengeluarkan surat edaran yang meliburkan sekolah di Sampit dan sekitarnya selama seminggu.

BREAKING NEWS - Udara Sampit Berbahaya, Bupati Liburkan Sekolah Seminggu, Pemkab Gelar Salat Istisqa
tribunkalteng.com/faturahman
Kabut asap makin parah, Pemkab Kotim gelar Salat Istisqa untuk minta hujan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi, mengeluarkan surat edaran yang meliburkan sekolah di Sampit dan sekitarnya selama seminggu yakni mulai, Senin (16/9/2019) sampai Sabtu (21/9/2019), lantaran kondisi asap semakin buruk.

Surat edaran tersebut sudah disebarkan sejak , Sabtu (14/9/2019) ketika Indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Sampit menunjukkan status berbahaya dengan kualitas udara 908.414 µg/m³ merupaka pemberitahuan dari BMKG setempat dan jarak pandang 600 meter.

Bersamaan dengan itu juga Bupati Kotim, H Supian Hadi, bersama Wakil Bupati Taufik Mukri, Juga Sekda Halikin Noor, serta jajaran pejabat lainnnya, mengikuti salat Istisqa untuk meminta turunnya hujan kepada Allah taala di Halaman Kantor Pemkab Kotim.

Baca: Jarak Pandang Berkisar 50-100 Meter, Tiga Penerbangan Tertunda Mendarat di Bandara H Asan Sampit

Baca: Rantau Darurat Kabut Asap, Kalak BPBD Tapin Bagikan 1000 Masker, Nurdin Imbau Warga Kurangi di Luar

Baca: Dua Pesawat Gagal Mendarat karena Kabut Asap, Dua Lainnya Mengitari Langit Banjarmasin 20 menit

"Ya, kami liburkan sekolah selama seminggu untuk menindalanjuti instruksi Gubernur Kalteng, karena kualitas udara di Sampit dan sekitarnya dalam keadaan buruk dengan status berbahaya sehingga siswa dan siswi dari SD sampai SMP sederajat diliburkan," ujar Bupati Kotim, H Supian Hadi.

Kondisi kabut asap di Kota Sampit Kabupaten Kotim ang makin pekat
Kondisi kabut asap di Kota Sampit Kabupaten Kotim ang makin pekat (tribunkalteng.com/faturahman)

Dia mengatakan, upaya pemadaman kebakaran sudah dilakukan sejak beberapa minggu ini, melalui jalur darat dan udara setiap hariy namun , kebakaran lahan tetap saja terjadi, karena lahan yang terbakar adalah lahan gambut, sehingga pihaknya juga melakukan salat Istisqa memohon Allah taala menurunkan hujan

Sementara itu, Faridahy warga Sampit, mengatakan, meskipun Bupati Kotim meliburkan sekolah, para siswa tetap diberikan pekerjaan rumah, sehingga selama seminggu libur proses belajar di sekolah, namun di rumah siswa tetap mengerjakan tugas.

"Tugasnya cukup banyak, sehingga saya juga bimbing anak-anak kerjakan PR di rumah," ujar salah satu orang tua siswa.

Baca: Kabut Asap, Disdik Banjarbaru Kirim Surat Edaran Minta Sekolah Menggeser Jam Masuk

Baca: Kabut Asap Semakin Parah, BPBD Minta Hujan Buatan Atasi Karhutla di Kalsel

Sementara itu, hingga, Minggu (15/9/2018) kondisi kabut asap dampak kebakaran lahan di Sampit, Kotim, Kalteng, masih tebal menyelimuti Kota Sampit, demikian juga kebakaran lahan dipinggiran kota masih saja terjadi dan tampak semakin sporadis. banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved