Saksi Bisu Terbentuknya Kabupaten Tapin

Cerita Terbentuknnya Kabupaten Tapin, Awalnya Hanya Tiga Wilayah Kecamatan

Zaman Hindia Belanda, wilayah Kabupaten Tapin merupakan distrik, yaitu Distrik Banua Ampat dan Distrik Margasari.

Cerita Terbentuknnya Kabupaten Tapin, Awalnya Hanya Tiga Wilayah Kecamatan
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Inilah monumen Tasan Panyi, sosok pahlawan yang menginspirasi perjuangan para tokoh penuntut Kabupaten Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kabupaten Tapin Kalsel yang memiliki luas sekitar 2.166,2 kilometer persegi, ternyata awalnya hanya tiga wilayah Kecamatan, yakni kecamatan Tapin Utara ibukota Rantau, Kecamatan Tapin Selatan ibukota Tambarangan, Kecamatan Tapin Hilir ibukota Margasari.

Zaman Hindia Belanda, wilayah Kabupaten Tapin merupakan distrik, yaitu Distrik Banua Ampat dan Distrik Margasari.

Kecamatan Tapin Utara beribukota di Rantau ungkap Budayawan Kabupaten Tapin, Ibnu Masud adalah Banua Ampat. Mengapa disebut Banua Ampat karena merupakan wilayah perlawanan terhadap kolonial Belanda.

Baca: Cinta Lain BJ Habibie Sebelum Bertemu Ainun Buat Ibunda Susul ke Jerman

Baca: Foto Syur Diterima Kontak Bebby Fey Malah Diblok Youtuber, Emosi Sang DJ Beberkan Sosok Pria ini

Baca: Emosi Raffi Ahmad Usir Lucinta Luna di Panggung Pesbukers, Ruben Onsu Sindir Artis Baru

Banua Ampat itu terdiri dari Banua Padang (kini masuk wilayah Kecamatan Bungur), Banua Halat (Kecamatan Tapin Utara), Banua Parigi dan Banua Gadung (kedua masuk wilayah Kecamatan Bakarangan) dan Distrik Margasari.

"Monumen Tasan Panyi itu adalah saksi perlawanan terhadap kolonial Belanda. Sebab dekat jembatan Sungai Tapin itu dahulunya ada pos penjagaan tentara Belanda," ujar Ibnu Masud kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (14/9/2019).

Baca: BREAKING NEWS - Udara Sampit Berbahaya, Bupati Liburkan Sekolah Seminggu, Pemkab Gelar Salat Istisqa

Baca: Kabut Asap Semakin Tebal, Sekolah Diberi Toleransi Menggeser Jam Masuk Lebih Siang

Era 1950-1960-an wilayah Tapin masih berbentuk Kewedanan yaitu Kewedanan Tapin dengan ibukota Rantau.

Kewedanan atau wilayah pembantu Bupati yang masih dalam daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) beribukota di Kandangan. Pemimpin Kewedanan disebut Wedana.

Ibnu Masud, Budayawan Kabupaten Tapin mengatakan Wedananya dijabat Rahmadi dan kantor wedana yang kini menjadi rumah dinas atau rumah jabatan Bupati Tapin.

Sebelum dimekarkan Pemerintah Kabupaten Tapin pada 1990 lalu, Kecamatan Tapin Utara di Rantau meliputi Kecamatan Lokpaikat, Bungur dan Piani, jelas Ibnu Masud.

Kecamatan Tapin Selatan di Tambarangan, meliputi Kecamatan Salambabaris, Binuang dan Hatungun.

Kemudian, Kecamatan Tapin Hilir di Margasari, meliputi Kecamatan Tapin Tengah, Bakarangan, Candi Laras Selatan dan Candi Laras Utara.

"Saya sempat memegang jabatan penilik sekolah di tiga kecamatan sekaligus, yaitu Lokpaikat, Bungur dan Tapin Utara pada 1990," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved