Berita Batola

Dijatah Rp3.400 Per Guru, PGRI Batola Minta Pemkab Batola Naikkan Dana Makan Minum Harian

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batola berterimakasih kepada Pemkab Batola karena akan segera memberikan bantuan dana uang minum.

Dijatah Rp3.400 Per Guru, PGRI Batola Minta Pemkab Batola Naikkan Dana Makan Minum Harian
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Suasana Kantin SDN Antasan Besar 7 Banjamasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batola berterimakasih kepada Pemkab Batola karena akan segera memberikan bantuan dana sekadar uang minum dan snack untuk sekitar 5.000 guru baik PNS maupun honor di kabupaten sempat sebesar Rp3,1 miliar dengan dana APBD murni 2020 mendatang.

“Iya kita berterima kasih atas perhatian Pemkab Batola. Guru mengajar dari pagi sampai sore memang perlu minum. Alhamdulillah, Pemkab Batola benar-benar memperhatikan kondisi guru,” kata H Rusmin Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batola, Minggu (15/9/19.

Menurut Rusmin, nilai Rp 3.500 per guru untuk membeli satu gelas tehh dan wadai masih minin. Ke depan, Pemkab Batola diharapkan bisa menaikkan menjadi Rp5.000 per satu guru. Selama ini sekolah juga serba salah mau berkomunikasi dengan komite sekolah terkait dana makan minum harian guru.

Baca: Kabut Asap Mengganggu Anak-anak Sekolah di Waktu Pagi, Pemkab Banjar Bagikan Masker

Baca: BREAKING NEWS - Udara Sampit Berbahaya, Bupati Liburkan Sekolah Seminggu, Pemkab Gelar Salat Istisqa

“Pihak komite menyatakan kan guru sudah digaji. Kenapa harus ada dana makan minum lagi. Akhirnya, kita tak berani meminta bantuan komite dan orangtua untuk dana makan minum guru ini,” katanya Pemkab Batola sendiri siap memberikan bantuan dana sekadar uang minum dan snack untuk sekitar 5.000 guru baik PNS maupun honor di kabupaten sempat sebesar Rp3,1 miliar dengan dana APBD murni 2020.

“Insya Alloh dana makan minum harian guru akan kita cairkan pada awal 2020 mendatang. Dana Rp3,1 miliar untuk dana makan minum harian guru sudah disetujui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Batola.

Memang saya akui kalau dana cuma Rp3,1 miliar untuk minum dan snack 5.000 ribuan guru, tentu nilainya tak sebera per satu guru. Yaa ini ada bantuan untuk sekadar uang minum dan snack saja,” kata Kepala Dinas Pendidikan Batola Sumarji.

Menurut Sumarji, dinas pendidikan Kabupaten Batola akan membuat beberapa opsi dengan dana Rp3,1 miliar untuk dana makan minum harian sekolah ini. Seperti jika murid itu kurang dari 100 satu sekolah, maka dianggap jumlahnya 100 siswa.

“Jadi satu tahun itu Rp 70 ribu per satu siswa, maka untuk 100 siswa itu akan mendapatkan Rp 7 juta untuk dana minum dan snack guru,” katanya.

Baca: Cerita Terbentuknnya Kabupaten Tapin, Awalnya Hanya Tiga Wilayah Kecamatan

Baca: Mahasiswa dan Pemuda Banjarmasin Sampaikan Imbauan Stop Membakar Hutan dan Lahan

Dijelaskannya, untuk murid antara 100 siswa sampai 300 siswa, maka dana makan minum harian sekolah, maka akan dihitung berdasarkan jumlah siswa dari sekolah. Jika jumlah murid dari sebuah sekolah itu sebanyak 201 atau 205 siswa, maka akan dikalikan 70 ribu per siswanya.

“Demikian juga jika muridnya itu 299 siswa, maka tinggal dikalikam saja Rp70 ribu,” katanya.

Namun, sambung Sumarji, dari untuk 300 siswa, maka akan tetap dihitung 300 siswa untuk perhitungan anggaran snack dan minum harian sekolah. Dinas pendidikan Batola berangggapan jika jumlah siswa itu mencapai 300 siswa, berarti dianggap telah mendapatkan dana BOS yang besar juga. (Banjarmasinpost.co..id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved