Berita HST

Ikan Mulai Langka, Program Serasi Keruk Sungai Barkat Cangkal HST, Warga Pun Harapkan Ini

Pengerjaan program selamatkan rawa sejahterakan petani (Serasi) sudah mulai dikerjakan belum lama tadi.

Ikan Mulai Langka, Program Serasi Keruk Sungai Barkat Cangkal HST, Warga Pun Harapkan Ini
Banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Pengerukan di Desa Awang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pengerjaan program selamatkan rawa sejahterakan petani (Serasi) sudah mulai dikerjakan belum lama tadi. Pengerjaan pertama untuk program serasi yakni normalisasi sungai untuk pengairan pertanian nantinya.

Di Desa Awang misalnya sudah 2.250 meter sungai yang dikeruk dengan kedalaman 5 meter dan lebar hingga enam meter.

Selain untuk pengairan, warga juga berharap sungai ini nantinya akan kembali dipenuhi oleh ikan.

Pasalnya, sejak kabupaten tetangga menanam sawit pengairan di daerah ini jadi terganggu. Parahnya, ikan yang biasanya memenuhi Sungai Barkat Cangkal di Desa Awang Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kini sudah mulai langka.

Warga Desa Awang, Muhrin, mengaku aktivitas penangkapan ikan sudah mulai berkurang. Bahkan, Sungai Barkat Cangkal sempat dangkal karena endapan tanah dan lumpur.

Baca: Hasil MotoGP San Marino 2019, Marc Marquez Juara, Quartarao Runner Up, Lalu Valentino Rossi Rossi?

Baca: Tertutup Kabut Asap, Jemaah Haji Kalbar Kloter Terakhir Batal Mendarat, Pesawat 8 Kali Berputar

Baca: Paksaan Ammar Zoni? Alasan Sebenarnya Irish Bella Berhijab Diungkap, Simak Juga Penyebab Pendarahan

Saat membuka sungai tersebut, bebernya, beberapa tahun lalu hanya menggunakan cangkul dan manual.

"Ya di sini kalau musim kering warga berkebun kacang, jagung, dan timur. Kalau penghujan baru menanam padi. Selama ini memang kami kesulitan air," bebernya.

Sekretaris Desa Awang, Lukanul Hakim, membeberkan jika di desanya tersedia 100 hektare lahan untuk masuk program serasi dengan total penduduk 1.800 jiwa dengan 487 kepala keluarga.

"90 persen warga kami petani," jelasnya.

Plh Danramil Ilung, Pelda Riyanto, menarget jika satu hektare lahan mampu menghasilkan lima ton benih. Sehingga jika 100 hektare lahan ditanam semua maka mampu menghasilkan 500 ton untuk sekali panen.

"Karena masuk program serasi semuanya dibantu Kementerian Pertanian," bebernya.

Sebenarnya bukan hanya Desa Awang yang masuk program serasi ada 2 ribu hektare se Hulu Sungai Tengah yang masuk program ini. Yakni, Kecamatan Labuan Amas Utara 500 hektare yang tersebar di Desa Pahalatan 150 hektare, Desa Samhurang 200 hektare, dan Desa Tabat 150 hektare.

Di Kecamatan Haruyan terdapat 200 hektare lahan yang akan masuk program serasi yakni di Desa Pandanu.

Sementara itu, di Kecamatan Pandawan terdapat 1200 hektare tersebar di sembilan desa. Yakni Desa Buluan 100 hektare, Desa Walatung 200 hektare, Desa Kayu Rabah 250 hektare, Desa Setiap 100 hektare, Desa Kambat Utara 100 hektare, Desa Hilir Banua 100 hektare, Desa Mahang Matang Landung 200 hektare, Desa Jatuh 50 hektare, dan Desa Mahang Sungai Hanyar 100 hekteree.

Serta di Kecamatan Batang Alai Utara di Desa Awang seluas 100 hektare. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved