Berita Banjarbaru

Masih di Persawahan Cempaka, Heli Water Boombing yang Mendarat Darurat Masih Diperiksa KNKT

Heli Waterboombin yang mendarat darurat di Persawahan Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru masih berada di lokasi.

Masih di Persawahan Cempaka, Heli Water Boombing yang Mendarat Darurat Masih Diperiksa KNKT
banjarmasinpost.co.id/huda
Heli water bombing melakukan mendarat darurat di areal persawahan di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka Banjarbaru. Dari penjelasan dikarenakan alarm engine berbunyi sehingga pilot Heli memutuskan mendarat darurat, Jumat (13/9/2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih memeriksa kondisi helikopter water bombing yang mendarat secara darurat di persawahan Kelurahan Sungai Tiung, Cempaka.

"Belum, belum ada keputusan dari KNKT maka helikopter masih berada di lokasi pendaratan darurat. KNKT belum memutuskan, apakah heli di bawa ke bandara atau bagaimana. Jadi heli masih di lokasi," kata Pengawas BNPB Kolonel Paskhas Mahfud, Minggu (15/9/2019)

Mahfud mengungkapkan, pihak KNKT nampaknya masih mengecek kondisi Helikopter Kamov yang disewa BNPB untuk water boombing itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Sjamsudin Noor Mayor Lek Agus Susanto menyebutkan ada dua orang dari KNKT yang memeriksa heli buatan Rusia itu sejak Jumat (13/9 /2019).

Baca: Breaking News : Lagi, kebakaran di Kampung Arab Banjarmasin

Baca: Tunggul Kayu Muncul Ke Permukaan, Motoris Kelotok Esktra Waspada Saat Waduk Riam Kanan Surut

Baca: Jelang MotoGP San Marino 2019 - Ingin Raih Podium Tertinggi Maverick Vinales Bakal Lakukan Ini

Baca: FAKTA BARU Meladaknya Mako Brimob Semarang yang Rusak 44 Rumah, Berikut Pengakuan Kapolda Jateng

Menurutnya, sudah menjadi prosedur KNKT yang melakukan pemeriksaan jika ada insiden pesawat. Sekecil apapun insidennya.

"Dalam penyelidikan kecelakaan atau insiden pesawat, sekecil apapun memang harus dari KNKT. Karena mereka yang bisa memutuskan dan menilai, bagaimana kondisi pesawat. Apakah layak terbang atau tidak," ungkapnya.

Lanjutnya, sebelum KNKT selesai melakukan pemeriksaan. Maka, hingga kini belum diketahui secara pasti masalah apa yang ada pada heli sehingga pilot memutuskan untuk mendarat darurat.

"Permasalahan baru diketahui dari hasil pemeriksaan KNKT tersebut. Kalau masalah cepat diketahui, mungkin sepekan heli sudah baik," ujarnya.

Baca: LINK Trans7! Live Streaming MotoGP San Marino 2019 di Trans 7 & UseeTV, Seri 13 MotoGP 2019

Baca: Bocah 13 Tahun Buat Pengakuan Telah Diperkosa, Buruh Bangunan Ini Dibekuk Polisi di Rumahnya

Baca: Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kabupaten Tanahlaut, Ini Pesan Bupati H Sukamta

Namun, dari laporan yang mereka terima, Agus menyampaikan, pilot heli bernama Kapten Serge memutuskan untuk mendarat darurat lantaran kru heli mendengar suara yang tidak normal di bagian mesin.

"Ketika mendengar suara mesin ada keanehan, pilot langsung melepas buket air. Lalu, mendarat di kawasan terbuka. Prosedurnya memang seperti itu, demi keselamatan," runutnya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved