Berita Kalteng

Menghirup Asap Kebakaran Lahan Bisa Jadi Pemicu Kanker, Pemkab Sampit Gelar Salat Istisqa

Bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan status betbahaya sehingga rata-rata Bupati dan Wali Kota memilih meliburkan sekolah.

Menghirup Asap Kebakaran Lahan Bisa Jadi Pemicu Kanker, Pemkab Sampit Gelar Salat Istisqa
tribunkalteng.com/faturahman
Kondisi kabut asap di Kota Sampit Kabupaten Kotim ang makin pekat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - KONDISI Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kalimantan Tengah sudah sangat parah, bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan status betbahaya sehingga rata-rata Bupati dan Wali Kota memilih meliburkan sekolah.

Kondisi udara di Palangkaraya dan Sampit terpantau banyak debu bekas dedaunan yang terbakar atau biasa disebut kelelatu beterbangan di udara sehingga debu tersebut mengotori pekarangan dan rumah warga, sehingga setiap hari warga membersihkannya.

"Mobil saya baru di cuci, tiga jam kemudian saat diparkir didepan rumah, sudah dipenuhi kelelatu, debu bekas kebakaran lahan sudah berhamburan hingga masuk ke dalam dapur dan halaman rumah juga bagian teras rumah, kebakaran lahan kali ini sangat parah," ujar Nuryanti, warga Sampit, Minggu (15/9/2019).

Baca: BREAKING NEWS - Udara Sampit Berbahaya, Bupati Liburkan Sekolah Seminggu, Pemkab Gelar Salat Istisqa

Sementara itu, Kepala Laboratorium Lingkungan Hidup Palangkaraya, Bowo, mengatakan, debu yang berhamburan merupakan debu dampak kebakaran lahan dan memang bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika terus dihirup oleh makhluk hidup termasuk manusia.

Kabut asap dampak kebakaran lahan makin parah di Kalteng.
Kabut asap dampak kebakaran lahan makin parah di Kalteng. (tribunkalteng.com/faturahman)

"Ada namanya butiran benda padat atau debu yang beterbangan bersama asap atau partikulat dengan ukuran 10 mikron (PM10), tapi ada juga yang ukurannya 2,5 mikron (PM 2,5), debu ini langsung masuk ke dalam darah parahnya jika bercampur dengan zat karsinogenic (Karsinogen) yang bisa jadi pemicu kanker," ujarnya.

Dia mengatakan, asap dampak kebakaran lahan jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan asap dampak dari kendaraan bermotor seperti yang ada di Jakarta. Karena untuk debu pada asap dampak kebakaran lahan bisa bercampur dengan Karsinigenic pada partikulat yang ukurannya 2,5 mikron langsung masuk ke dalam darah.

Baca: NEWSVIDEO : Kabut Asap Selimuti Wilayah Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Pesawat Gagal Mendarat

Berdasarkan Informasi dari literatur kesehatan, Karsinogen adalah zat atau sesuatu hal yang dapat menyebabkan kanker, dengan cara memengaruhi gen atau merusak sel-sel normal sehingga berubah menjadi sel kanker.

Pemkab Kotim gelar Salat Istisqa untuk minta hujan_wm
Pemkab Kotim gelar Salat Istisqa untuk minta hujan_wm (tribunkalteng.com/faturahman)

Kanker sendiri terjadi ketika suatu sel tumbuh secara cepat dan agresif, biasanya hal ini disebabkan karena gen pada sel tersebut sudah berubah atau rusak. Perubahan ini dapat menurun pada keluarga atau disebabkan oleh faktor lingkungan Kebiasaan gaya hidup seperti, pola makan yang buruk, merokok, hingga malas bergerak. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved