Berita Tanahbumbu

Rencana Operasi Feri Sebuku Tertunda Lagi, ini Kata ASDP Batulicin

Operasi feri penyeberangan untuk pelayanan masyarakat Sebuku-Teluk Gosong, Kotabaru, yang direncanakan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan

Rencana Operasi Feri Sebuku Tertunda Lagi, ini Kata ASDP Batulicin
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Manager Usaha PT ASDP Arif Budiman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Operasi feri penyeberangan untuk pelayanan masyarakat Sebuku-Teluk Gosong, Kotabaru, yang direncanakan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Batulicin, dalam bulan-bulan ini dipastikan kembali tertunda.

Penundaan operasi feri milik pemerintah melalui PT ASDP selaku operator, karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru hingga kini belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tarif angkutan penumpang dan kendaraan.

Padahal sebelumnya draf telah disepakati dengan ketentuan tarif yang akan diterapkan kepada pengguna jasa angkutan.

Manager Usaha PT ASDP Batulicin Arif Budiman dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, kepada banjarmasinpost.co.id, membenarkan adanya revisi ketentuan tarif oleh Pemkab Kotabaru melalui Dinas Perhubungan.

Baca: Kirim Foto Syur Kontak Bebby Fey Malah Diblok Youtuber, Sang DJ Beberkan pada Uya Kuya

Baca: Kelakuan Farhat Abbas di Eropa Dibongkar Nikita Mirzani dan Hotman Paris Kompak Serang Teman Elza

Baca: Emosi Raffi Ahmad Usir Lucinta Luna di Panggung Pesbukers, Ruben Onsu Sindir Artis Baru

Arif menilai rancangan ketentuan tarif oleh Pemkab Kotabaru direvisi sepihak, karena tidak melibatkan pihak ASDP selaku operator.

"Revisinya sepihak. Harusnya kan duduk bersama," jelas Arif, Minggu (15/9/2019).

Padahal tambah Arif, jika Pemkab Kotabaru mengeluarkan SK tentang ketentuan tarif yang mengacu pada ketentuan awal, dipastikan feri penyeberangan Sebuku-Teluk Gosong akan segera dioperasikan.

"Jadi ibaratkan lomba lari. Sudah mau capai titik finish kembali lagi. Jadi kembali dari nol lagi. Draf revisi sudah disampaikan ke kami, sudah dikirimkan ke pusat," beber Arif.

Dengan ketentuan tarif awal akan diterapkan, sebenarnya warga dan kepala desa tidak mempersoalkan.

Selain dianggap masih terjangkau, warga menghendaki pengoperasian secepatnya karena mereka ingin segera diberikan pelayanan.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved