Berita Nasional

2 Kali Awal Pemerintahan, Jokowi Dihadang Kebakaran Hulan dan Lahan di Indonesia, Karhutla Jadi PR

PADA tahun 2015, saat Presiden Joko “Jokowi” Widodo memulai pemerintahan termin pertamanya, Indonesia mengalami

2 Kali Awal Pemerintahan, Jokowi Dihadang Kebakaran Hulan dan Lahan di Indonesia, Karhutla Jadi PR
ANTARA FOTO/RONY MUHARRMAN
Prajurit TNI dari Kodim 0301 Kota Pekanbaru dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) berusaha menghalau api yang membakar semak belukar dengan alat seadanya saat menunggu bantuan petugas Pemadam datang ke lokasi lahan gambut yang terbakar di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Tidak adanya sumber air di lokasi lahan yang terbakar membuat petugas kewalahan untuk melakukan pemadaman di lokasi tersebut. 

Oleh Rini Astuti, Helena Varkkey dan Zu Dienle Tan

BANJARMASINPOST.CO.ID - PADA tahun 2015, saat Presiden Joko “Jokowi” Widodo memulai pemerintahan termin pertamanya, Indonesia mengalami salah satu kebakaran hutan dan kabut asap terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Presiden Jokowi pun “blusukan” ke lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Selatan untuk melihat langsung dampak yang ditimbulkan.

Hasilnya, pemerintah kala itu mengeluarkan serangkaian kebijakan terkait dengan perlindungan hutan dan restorasi gambut.

Kebijakan itu antara lain penggabungan Kementerian Lingkungan Hidup dengan Kementerian Kehutanan, pendirian Badan Restorasi Gambut yang diberikan mandat untuk merestorasi dua juta hektar lahan gambut rusak, dan pembentukan satuan khusus untuk darurat kebakaran hutan dan kabut asap.

Baca: Penerbangannya Terganggu Kabut Asap, Citilink Siapkan 3 Opsi bagi Penumpang Sumatera & Kalimantan

Baca: Tengah Malam, Kapolda Kalsel Irjen Yazid Ikut Lakukan Penyemprotan Titik Api di Gunung Damar

Baca: FAKTA Sebenarnya Bus Persib Dilempari Batu, 2 Pemain Berdarah & Pelaku Sudah Menunggu di Tepi Jalan

Selain itu, Jokowi juga meneruskan kebijakan moratorium terkait pemberian ijin baru perkebunan pada hutan primer dan lahan gambut yang diinisiasi oleh presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah resmi memenangkan pemilihan presiden untuk kedua kalinya, apa saja dampak dari kebijakan lingkungan yang dikeluarkan Jokowi pada periode pertama kepemimpinannya dan apa yang bisa diperbaiki untuk masa pemerintahannya yang kedua?

Kontribusi kebakaran hutan dan lahan gambut terhadap emisi gas rumah kaca

Kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2015 telah menghancurkan 2,7 juta hektar lahan dan lebih dari 800.000 hektar kebakaran tersebut terjadi di lahan gambut dalam. Kehancuran lingkungan ini mengakibatkan kerugian lebih dari US$ 16 miliar (Rp 225 triliun) bagi Indonesia.

Lebih lanjut, laporan dari Bank Dunia juga menyebutkan Indonesia menyumbangkan emisi gas rumah kaca sebesar 15,95 juta ton karbon dioksida setiap harinya, lebih besar dari yang dihasilkan oleh Amerika Serikat.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved