Berita Tapin

7 Tahun Melatih Karateka di halaman Kodim 1010 Rantau, Senpai Ahmad Rodin Tak Pernah Pungut Biaya

senpai Ahmad Rodin, anggota Kodim 1010 Rantau, berpangkat sersan mayor (serma) selama 7 tahun ini melatih karateka di Tapin

7 Tahun Melatih Karateka di halaman Kodim 1010 Rantau, Senpai Ahmad Rodin Tak Pernah Pungut Biaya
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Senpai Ahmad Radin, anggota Kodim 1010 Rantau 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sejumlah karateka cilik dan remaja membuat barisan lingkaran sambil melakukan gerakan pemanasan di halaman Kantor Kodim 1010 Rantau di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan itu rutin dilaksanakan sejak 2012 lalu hingga kini, setiap Selasa sore dan Kamis sore, sejak pukul 16.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita.

Selama tujuh tahun, karateka muda itu dibina dan dilatih senpai Ahmad Rodin, anggota Kodim 1010 Rantau, berpangkat sersan mayor (serma) dan temannya.

Kini, sekitar 40 siswa karateka itu hanya senpai Ahmad Rodin yang membina karena temannya berhalangan.

Baca: Paul Phua, Raja Judi Asal Kalimantan yang sempat Diincar FBI, Punya Kerajaan Judi di Berbagai Negara

Baca: Tinjau Kebakaran di Cempaka Banjarbaru, Dandim Martapura Berikan Bantuan Ini

Baca: VIRAL Video Aksi Dua Pengendara Motor Seberangi Sungai Pakai Tali ala Flying Fox, Ada Suara Jeritan

Baca: Jabat Wakil Rektor 1 Uniska, Dr H Jarkawi Ternyata Pernah Tiap Hari 6 Km Jalan Kaki untuk Mengajar

"Idealnya memang efektif itu satu senpai hanya belasan karateka saja. Terpaksa siswa senior yang sabuk biru memimpin adik-adiknya yang sabuk putih dan kuning," kata Ahmad Rodin.

Ahmad Rodin mengaku memegang sabuk hitam DAN III Inkai ini sudah memiliki lisensi sebagai wasit nasional tergerak membuka dojo perguruan Inkai di Kodim 1010 Rantau.

"Saya melihat anak-anak kalau sore sebagian main game. Makanya saya ajak latihan karena agar badan mereka sehat juga untuk bela diri jika besar nanti," katanya.

Selama latihan di halaman Kodim 1010 Rantau itu, senpai Ahmad Rodin mengaku tidak memungut biaya pendaftaran ataupun uang iuran.

Kendala, senpai Ahmad Rodin dalam melatih dan pembina anak didiknya, keterbatasan matras. Makanya, latihan siswa karateka hanya di lapangan rumput halaman Makodim 1010 Rantau.

Peralatan matras yang ada itu bekas pelaksanaan Porprov Kalsel 2006 lalu di Kabupaten Tapin dan Kini disimpan di gudang Makodim 1010 Rantau.

"Itu matras latihan siswa karateka sudah tidak terpakai di gudang lantai atas," katanya.

Atas dedikasi senpai Ahmad Rodin melakukan pembinaan, atlet karateka Tapin meraih prestasi pada Porprov Kalsel 2018 lalu.

Baca: Pascakebakaran di Desa Kalahiyang Balangan, Si Jago Merah Hanguskan Beras Fitrah Keluarga Halidi

Baca: Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal Dunia di RSUD Dr Sutomo Surabaya, Tiga Hari Dirawat

Baca: NEWSVIDEO : 128 Mahasiswa ULM Terpilih Jadi Penerima Beasiswa Program IBFL Dari PT Adaro Indonesia

Pemerintah Kabupaten Tapin memberikan penghargaan yang diserahkan Bupati Tapin HM Arifin Arpan pada saat ramah tamah peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia 2019 di Lapangan Dwi Dharma Rantau.

Ada lima anggota TNI dari Kodim 1010 Rantau yang menerima penghargaan dari Bupati Tapin HM Arifin Arpan atas pengabdian dan pembinaan terhadap masyarakat di Kabupaten Tapin secara terus menerus tanpa pamrih, satu diantaranya diraih Serma Ahmad Rodin, senpai perguruan Inkai Forki Kabupaten Tapin. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved