Berita HSU

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Dinkes HSU Sebarkan Edaran Antisipasi Dini ISPA

Serangan kabut asap sudah sejak beberapa hari terakhir ini nampak menyelimuti udara di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Dinkes HSU Sebarkan Edaran Antisipasi Dini ISPA
Dari Dinkes HSU untuk BPost
Dinkes HSU bagikan masker di jalanan dekat bundaran kota Amuntai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Serangan kabut asap sudah sejak beberapa hari terakhir ini nampak menyelimuti udara di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Menyikapi kondisi udara yang bercampur asap akibat karhutla ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) HSU, sudah melakukan upaya untuk meminimalkan adanya dampak terhadap kesehatan.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes HSU, Masbudianto, Senin (16/9/2019), menyampaikan, ada beberapa program yang telah dilaksanakan.

"Ada beberapa upaya yang dilakukan terkait dampak kabut asap," katanya.

Upaya yang dilakukan diantaranya, mengirimi surat tentang kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang ditujukan ke puskesmas dan rumah sakit.

Baca: Kunjungi Korban Kebakaran di Cempaka Banjarbaru, Wali Kota Nadjmi Langsung Perintahkan Ini

Baca: Hamili Anak Tiri yang Masih Berusia 15 Tahun, Abdul Halik Dilaporkan Istri Siri ke Polisi

Baca: NEWSVIDEO : Menghina Relawan Pemadam Kebakaran di Akun Sosmednya, Seorang Pemuda Diladukan ke Polisi

Baca: Toilet Emas 18 Karat Dicuri dari Istana Blenheim hingga Sebabkan Banjir, Ini Penampakannya

Juga ada surat tentang kewaspadaan kabut asap yang ditujukan ke semua puskesmas, membuat edaran bupati terkait seruan dan imbauan antisipasi dampak kabut asap dan disampaikan ke semua puskesmas.

"Edaran bupati ini juga dikirimkan ke dinas kominfo, kodim 1001 Amuntai, satpol pp, BPBD dan Polres HSU," katanya.

Ditambahkannya, edaran bupati ini berisikan tentang pencegahan dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan.

Dimana dalam edaran tersebut bupati mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah saat terjadi kabut asap, tidak membawa bayi maupun balita keluar rumah saat kabut asap dan menggunakan penutup hidung atau masker saat berada di luar.

Selain itu, dalam edaran juga disampaikan agar mengonsumsi makanan bergizi dan banyak mengandung vitamin serta zat anti oksidan untuk peningkatan daya tahan tubuh.

"Bupati dalam edarannya juga meminta apabila ada yang mengalami gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk dan sesak napas maka segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," katanya.

Dan yang terakhir, dalam edarannya bupati juga meminta untuk tidak melakukan pembakaran sampah, hutan maupun lahan pertanian maupun perkebunan.

Baca: Tolak Pelemahan Kewenangan KPK, Ini 5 Pernyataan Sikap DPD GMNI Kalsel

Baca: New Calya Remsi Meluncur ke Pasaran, Harganya Ada Kenaikan Rp 1 Juta - Rp 2 Juta

Baca: Detik-detik Dua Pria Terbakar saat Keluarkan Isi LPG 3 Kg Berisi Air, Vidoenya Viral, Ini Faktanya

Tak hanya edaran bupati, terkait kabut asap ini juga disebarkan edaran dari Gubernur Kalsel tentang kewaspadaan dini terhadap penyakit ISPA akibat karhurla ke semua puskesmas.

Lebih lanjut disampaikan Masbudianto, kegiatan lain yang dilakukan sebagai upaya pencegahan dilakukan pihaknya dengan telah membagikan 5.000 masker ke semua puskesmas di HSU, pembuatan baliho, serta penayangan edaran bupati.

"Juga ada dilakukan pembagian masker secara gratis di bundaran air mancur Amuntai pada 3 September tadi," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved