Berita Tanahbumbu

ASDP Batulicin Kembali Tunda Operasional KMP Bamega Jaya, Warga Bakal Bawa ke Rapat Dewan

Penundaan operasional KMP Bamega Jaya, kapal feri penyeberangan Sebuku-Teluk Gosong, Kotabaru oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP)

ASDP Batulicin Kembali Tunda Operasional KMP Bamega Jaya, Warga Bakal Bawa ke Rapat Dewan
Istimewa
Mantan Kades Sungaibali, Kecamatan Pulau Sebuku, Said AR. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Penundaan operasional KMP Bamega Jaya, kapal feri penyeberangan Sebuku-Teluk Gosong, Kotabaru oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Batulicin bakal berbuntut panjang.

Penundaan operasional feri pemerintah dikelola PT ASDP selaku pihak operator rute layanan wilayah tersebut, imbas dari revisi draf tarif angkutan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru. Padahal sebelumnya rencana ketetapan tarif sudah disepakati, namun belum dikeluarkan Surat Keputusan (SK) ketetapan.

Akibatnya masyarakat yang menggantungkan kegiatan dari operasional feri milik pemerintah tersebut menjadi terbengkalai. Sementara sudah sebulan ini feri dikelola pihak swasta disetop pengoperasiannya.

Menyoal kondisi itu, masyarakat berencana membawa permasalahan ke anggota DPRD Kabupaten Kotabaru. Menghendaki agar operasional KMP Bamega Jaya segeranya beroperasi melayani masyarakat khususnya di Kecamatan Pulau Sebuku.

Baca: Pagi-pagi Polwan Cantik Ini Razia Kendaraan di Depan Polsek Martapura Kota, Ini yang Jadi Sasarannya

Baca: HEBOH! VIDEO Pelanggar Lalu Lintas Ini Bakar Motornya Sendiri, Gara-gara Ditilang Polisi Lalu Lintas

Baca: Kiat Khusus Roger Danuarta dan Cut Meyriska Bisa Senasib Irish Bella-Ammar Zoni & Syahnaz-Jeje

Mantan Kepala Desa Sungai Bali, Kecamatan Pulau Sebuku A Said AR kepada banjarmasinpost.co.id, mengatakan belum beroperasinya KMP Bamega Jaya membuat perekonomian masyatakat menjadi lumpuh.

Menurut Said kepada banjarmasinpost.co.id, melalui telepon genggamnya lumpuhnya perekonomian masyarakat juga kepada penghasilan.

Seperti harga karet sebelumnya Rp 5.000 sampai Rp 6.000, sekarang hanya Rp 2.000 perkilogram. Selama disetopnya operasi feri milik swasta dan tidak kunjung beroperasinya feri pemerintah KMP Bamega Jaya.

"Karena operasi pengumpul besar menggunakan kapal angkutan (bukan feri)," katanya.

Said mengakui, belum beroperasinya KMP Bamega Jaya lantaran tarik ulur ketetapan tarif angkutan antara PT ASDP dengan Pemkab Kotabaru.

"Sebenarnya saya rasa tarif yang ditentukan ASPD masih wajar saja. Tidak jauh beda dengan tarif feri dikelola swasta," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved