Berita Tapin

Dandim 1010 Rantau dan Kalak BPBD Tapin Ikut Padamkan Karhutla, ini Tanggapan Warga dan Tim Satgas

Komandan Kodim (Dandim) 1010 Rantau Letkol Inf Rio Neswan bersama Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tapin terlibat aktif dalam penanggulangan

Dandim 1010 Rantau dan Kalak BPBD Tapin Ikut Padamkan Karhutla, ini Tanggapan Warga dan Tim Satgas
Kodim 1010 Rantau
Dandim 1010 Rantau Letkol Inf Rio Neswan bersama Kalak BPBD Tapin Nordin dan tim Satgas terlibat aktif di lapangan memadamkan karhutla di wilayah Kabupaten Tapin, Senin (16_9_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Komandan Kodim (Dandim) 1010 Rantau Letkol Inf Rio Neswan bersama Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tapin terlibat aktif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan ini.

Keberadaan Dandim dan Kalak dalam penanggulangan Karhutla dinilai anggota Satgas Karhutla memotivasi semangat kerja mereka yang berjibaku di garis depan.

"Kami semakin semangat dan setidaknya dua pimpinan mengetahui bagaimana personel Satgas Karhutla berjibaku di lapangan dengan kondisi titik nol api berada jauh di hutan semak belukar," ujar anggota Satgas bercerita kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (16/9/2019).

Dandim 1010 Rantau Letkol Inf Rio Neswan bersama Kalak BPBD Tapin, Nordin terlibat pemadaman karhutla di hutan Lawahan wilayah Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara.

Baca: BERLANGSUNG! Live Streaming Timnas U-16 Indonesia vs Filipina di RCTI & Mola.TV, Ini Susunan Pemain

Baca: Kemarau Diperkirakan Hingga Oktober, BPBD Khawatir Kotabaru Alami Krisis Air Bersih

Baca: Hasil Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 - Menang 5-1, Brunei Darussalam Geser Posisi Indonesia

Sebelumnya, Dandim 1010 Rantau Letkol Inf Rio Neswan bersama Kalak BPBD Tapin Nordin juga terlibat pemadaman karhutla di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah.

Sekretaris Desa Hiyung, Junaidi membenarkan saat kebakaran lahan melanda kawasan perkebunan cabai rawit Hiyung, Dandim 1010 Rantau Letkol Inf Rio Neswan tidak pulang sebelum api benar-benar padam.

"Saya jelaskan kepada Dandim, kebakaran lahan di Desa Hiyung itu imbas dari kebakaran lahan di Desa tetangga. Saya katakan petani cabai Hiyung bunuh diri kalau membakar lahan karena jelas kerugian itu pernah kami alami pada 2015 lalu. Justru petani cabai Hiyung perang terhadap Karhulta," katanya.

Dandim 1010 Rantau Letkol Inf Rio Neswan mengatakan TNI di lingkungan Kodim 1010 Rantau harus semua terlibat dalam pencegahan dan pemadaman lahan yang terbakar.

Diakui Letkol Inf Rio Neswan, personel BPBD, TNI dan Polri di Kabupaten Tapin jumlahnya terbatas sehingga melibatkan para kepala desa dan perangkat desa dengan masyarakat yang lahannya terbakar.

Selain itu, peran serta perusahaan terdekat yang terdampak dan mengaktifkan BPK swasta yang ada di setiap wilayah Kecamatan se Kabupaten Tapin.

Menurut Letkol Inf Rio Neswan, kabut asap pekat yang menyaput langit kota Rantau sejak Sabtu petang hingga Senin malam, tidak sepenuhnya dari lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Tapin.

"Kabut asap di wilayah Tapin tidak sepenuhnya dari lahan-lahan terbakar di Tapin. Namun juga kiriman dari kabuoaten tetangga, diantaranya HST dan Batola.

Dengan intensifmya kegiatan pencegahan karhutla yang kita laksanakan, Hot spot sangat berkurang dari hari jumat lalu," katanya.

Sementara, Kalak BPBD Tapin, Nordin mengaku membagikan lagi 1000 masker bantuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin di bundaran Sirang Pitu dan depan Kantor BRI Cabang Rantau. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved