Lifestyle

Jabat Wakil Rektor 1 Uniska, Dr H Jarkawi Ternyata Pernah Tiap Hari 6 Km Jalan Kaki untuk Mengajar

Wakil Rektor 1 Uniska Banjarmasin, Dr H Jarkawi M MPD ternyata pernah harus berjuang keras dalam perjalanan hidupnya

Jabat Wakil Rektor 1 Uniska, Dr H Jarkawi Ternyata Pernah Tiap Hari 6 Km Jalan Kaki untuk Mengajar
banjarmasinpost,co.id/ salmah saurin
Wakil Rektor I Uniska Banjarmasin, tidak membuat Dr H Jarkawi M MPd 

BANJARMASINPOST CO.ID - Jabatan Wakil Rektor I Uniska Banjarmasin, tidak membuat Dr H Jarkawi M MPd, tinggi hati. Sebaliknya tetap rendah hati, bahkan ikhlas membantu anak buahnya bekerja.

Ayah tiga anak ini sadar bahwa ia dulunya juga bawahan, sehingga bukanlah suatu gengsi jika saat punya jabatan tinggi ia turut turun mengawaki kerja para karyawan.

Karirnya di dunia pendidikan diawali selepas kuliah di FKIP ULM, ia menjadi guru honorer di SMKN 2 Banjarmasin pada 1988 dan menjadi karyawan Uniska pada 1989 sebagai tenaga dosen tetap di bawah yayasan.
Malam hari saya merangkap jadi tata usaha.

Pada 1990 ia mendaftar PNS, alhamdulillah lulus dan ditugaskan sebagai guru SD di Barito Kuala, namun malamnya tetap kerja di Uniska. Jadi bolak-balik Banjarmasin-Marabahan setiap hari.

Baca: Pascakebakaran di Desa Kalahiyang Balangan, Si Jago Merah Hanguskan Beras Fitrah Keluarga Halidi

Baca: Meninggal di RSUD Dr Sutomo, Kalapas Porong Sebut Fuad Amin Mengidap Penyakit Komplikasi

Baca: Berikan Penghasilan Tambahan, Penyanyi yang Kerap Bawakan lagu Mandarin Ini Kini Rajin Ngevlog

Baca: NEWSVIDEO : 128 Mahasiswa ULM Terpilih Jadi Penerima Beasiswa Program IBFL Dari PT Adaro Indonesia

"Masa itu belum ada jalan darat. Pukul 06.30 harus sudah naik kelotok dari Kuin menuju Alalak Berangas kemudian jalan kaki 3 Km menyusuri pematang sawah hingga sampai di sekolahan, SDN Sungai Puting, yang lokasinya kini dekat Jembatan Rumpiang," papar Jarkawi.

Supaya mudah, bayar ongkos kelotok secara bulanan. Tapi jika kita terlambat, ya tetap ditinggal oleh motoris kelotok.

Dulu itu juga ada anekdot bahwa belum jadi guru (di Batola, maksudnya) jika belum pernah bajunya basah atau kotor. Sebab selama menyusuri sungai dengan kelotok tidak sekali berpapasan atau dilsalip speed boat. Kadang semburan airnya menyiram seragam kami.

"Setelah ada jalan darat, kondisinya juga belum mulus beraspal. Hanya berupa galangan. Kalau musim hujan maka tanahnya becek. Tak ayal ban sepeda motor sering selip dan tercebur ke sungai kecil di pinggir jalan," tukasnya.

Kalau baju basah atau kotor maka sampai di sekolah mesti nyuci dan menjemur dulu. Supaya bisa masuk ke kelas, ya pinjam baju seragam teman.

Capek mengajar pagi hingga siang dilanjutkan malamnya sehabis Maghrib berangkat ke Uniska hingga selesai perkuliahan pukul 22.00 Wita.

Saat para mahasiswa Ujian Negara maka sering begadang untuk membereskan administrasi di antaranya nempel-nempel foto.

Setahun setelah jadi guru di Marabahan, maka di Uniska pada 1991 ia jadi Ketua Prodi Bahasa Inggris.

Sepuluh tahun mengabdi sebagai guru, maka pada tahun 2000 saya diangkat sebagai Kepala.SDN Sungai Puting, sembari jadi instruktur proyek bantuan luar negeri untuk melatih para guru dalam pengoperasian peralatan laboratorium IPA.

Baca: Prospek Investasi Properti di Banjarbaru, 200 Hektare Lahan Dijadikan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Baca: Viral Video Polisi Menemplok Kap Mobil di Pasar Minggu, Sopir Mau Kabur Hindari Razia Parkir Liar

Baca: BREAKING NEWS : Meski Suasana Gelap, Relawan dan Warga Tak Menyerah Cari Pemuda Diduga Tenggelam

Kemudian pada 2012 ia pindah status kepegawaian dari guru menjadi guru sehingga sampai sekarang total di Uniska.

Karirnya pernah menjabat Pembantu Dekan (PD) II, PD III, pernah pula menjabat Dekan selama dua periode dan terkini Pembantu Rektor I sejak 2017. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved