B Focus Urban Life

Pilih Penerbangan Pagi karena Takut Kesiangan Tiba di Jakarta, Kenyataannya ini yang Terjadi

Beberapa hari terakhir ini, tak sedikit pesawat yang gagal landing maupun take off lantaran jarak pandang yang tidak standar dalam dunia penerbangan,

Pilih Penerbangan Pagi karena Takut Kesiangan Tiba di Jakarta, Kenyataannya ini yang Terjadi
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (16/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Gundah bercampur cemas terus menggelayuti benak Maulina.

Penumpang pesawat Lion Air jurusan Jakarta ini terus mondar-mandir di sekitar layar pengumuman jadwal penerbangan di Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Kegundahannya itu bukan tanpa sebab, karena sejak makin parahnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalsel, sudah mengganggu jadwal penerbangan.

Beberapa hari terakhir ini, tak sedikit pesawat yang gagal landing maupun take off lantaran jarak pandang yang tidak standar dalam dunia penerbangan, akibat tertutup kabut asap.

Baca: Keterkejutan Petugas Makam Lihat Kuburan BJ Habibie, Ini Sikap Ilham Habibie Terkait Ulah Peziarah

Baca: #SaveSpongeBob Trending di Twitter Gara-garanya SpongeBob SquarePants Ditegur KPI

Baca: Penampakan Chrisye di Google Doodle Hari Ini, Ini Sosok Penyanyi Legendaris Indonesia Itu

Baca: Bayi Nikita Mirzani Sempat Sekarat Diungkap Rival Elza Syarief, Ngamuk Disebut Mirip Dipo Latief

"Tadinya, mau ke Jakarta jadwalnya pukul 10.50 Wita. Tapi sampai sekarang sudah pukul 11.30 Wita belum ada tanda-tanda keberangkatan. Padahal, ada jadwal pertemuan siang di Jakarta,” ujarnya sambil buka-buka telepon pintarnya.

Begitu halnya dengan calon penumpang maskapai Garuda Indonesia, Irwan.

Maksud hati milih penerbangan pukul 09.00 Wita karena takut sampai Jakarta kesiangan, justru hingga siang belum ada pemberitahuan kapan akan diberangkatkan.

"Tidak taunya delay, dan siang ini muncul jadwal diberangkatan pukul 13.00 Wita," keluhnya.

Irwan mengemukakan, karena ini faktor alam jadi dirinya merasa semua penumpang memahami dan menerima keterlambatan, kalau bukan karena faktor alam pasti semuanya ribut.

"Jangankan delay berjam-jam, setengah jaa aja sudah pasti jadi keluhan, Saya akui kabutnya sangat parah, pagi pas di Banjarmasin beli makan juga kabut. Mata jadi pedih," tandas Irwan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved