Berita Jakarta

TERUNGKAP! SpongeBob Juga Tuai Banyak Kontroversi di Negara Asalnya Selain di Indonesia

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali memberikan sanksi kepada 14 program siaran yang dianggap melanggar aturan Pedoman Perilaku Penyiaran

TERUNGKAP! SpongeBob Juga Tuai Banyak Kontroversi di Negara Asalnya Selain di Indonesia
Twitter: SpongeBob
Ilustrasi SpongeBob Squarepants. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali memberikan sanksi kepada 14 program siaran yang dianggap melanggar aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI Tahun 2012.

Satu dari keempatbelas program tersebut adalah tayangan animasi anak-anak Big Movie Familiy: The SpongeBob Squarepants Movie.

Melansir laman New York Times, serial animasi ini memulai debutnya pada tahun 1999 bersama dengan Nickelodeon. Seri ini dibuat dan dikembangkan oleh Stephen Hillenburg, seorang animator yang sebelumnya bekerja sebagai pendidik ilmu kelautan.

Selang dua dekade kemudian, acara ini masih tayang dan menjadi favorit baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Keberhasilan ini membuat SpongeBob menjadi seri terpanjang Nickelodeon.

SpongeBob juga telah melahirkan video game, buku komik, dan dua film adaptasi. Film pertama berjudul The SpongeBob SquarePants Movie yang diluncurkan pada tahun 2004, kemudian film kedua yang tayang pada tahun 2015 berjudul The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water.

Baca: Bukan Cuma Garuda & Citylink, Sriwijaya Air Juga Kalang Kabut Gara-gara Bandara Kalimantan Ditutup

Baca: 1 Januari 2020 Tarif Cukai Rokok Naik, Ditjen Bea Cukai Ungkapkan Data Perokok Anak dan Perempuan

Baca: Klasemen Liga 1 2019 Pekan 18 Ditutup, Posisi Berubah, Persija Jakarta Lolos dari Zona Degradasi

Kemudian film terakhir rencananya akan tayang pada tahun 2020 mendatang.

Meski mendulang kesuksesan, namun tayangan ini juga menuai kontroversi, baik di luar dan dalam negeri.

Dianggap Mendukung Kelompok Gay

Kontroversi pertama yang dicatat adalah tudingan bahwa acara ini mempopulerkan agenda dari kelompok gay. Tudingan ini diluncurkan oleh kelomkpok religius dan konservatif pada tahun 2005 lalu.

Salah satu yang menjadi pokok permasalahan adalah adanya video musik yang menggunakan karakter televisi anak-anak untuk mempromosikan toleransi dan keagamaan. Dalam video tersebut, karakter SpongeBob muncul di dalamnya bersama dengan karakter lainnya.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved