Musim Kemarau di Kalsel

Air Waduk Riam Kanan Menyusut, Hanya Satu Turbin Beroperasi, Bagaimana Pasokan Listrik?

Turunnya permukaan Waduk Riam Kanan akibat kemarau panjang berdampak pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir Pangeran Mochamad Noor.

Air Waduk Riam Kanan Menyusut, Hanya Satu Turbin Beroperasi, Bagaimana Pasokan Listrik?
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (17/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Turunnya permukaan Waduk Riam Kanan akibat kemarau panjang berdampak pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir Pangeran Mochamad Noor.

Dari tiga turbin, cuma satu yang beroperasi selama 24 jam.

Anggota Tim Komunikasi PT PLN (Persero) UIKL Kalimantan, Niki Rendra Adisetiawan, ketika dikonfirmasi pada Senin (16/9), membenarkan merosotnya air waduk Riam kanan.

Akibatnya, air waduk hanya bisa menggerakkan satu turbin.

Sedangkan dua turbin lainnya jadi cadangan.

Baca: Balasan Tak Terduga Nagita Slavina Pasca Diejek Ayu Ting Ting Cs, Istri Raffi Ahmad Lakukan Ini

Baca: Sumber Harta Nikita Mirzani Terbongkar, Seteru Farhat Abbas & Elza Syarief Tak Andalkan Keartisan

Baca: Trauma Lucinta Luna Tampil di Pesbukers Lagi Gara-gara Raffi Ahmad? Suami Nagita Slavina Disebut Ini

"Ketinggian permukaan air tinggal 55,5 meter. Pada 2 September lalu 56,175 meter. Padahal pada hari biasa yang curah hujannya cukup bisa 65 meteran,” katanya.

Apakah situasi ini berpengaruh terhadap pasokan listrik? Dia mengatakan memang pasokan listrik dari PLTA menurun.

Jika ketiga turbin beroperasi seluruhnya, PLTA bisa menghasilkan 30 megawatt.

Untuk itu diperlukan air dengan ketinggian 60 meter.

Namun karena sekarang daerah ini memiliki banyak pembangkit maka pasokan listrik tak masalah.

"Soalnya kan kita sudah interkoneksi antara Kalimantan Utara, Kalimatan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” terangnya.

Sekitar 2009, penyusutan air waduk yang dibangun pada 1973 itu sempat membikin PLTA tidak bisa mengoperasikan semua turbin.

Akibatnya, terjadi krisis listrik karena PLN tak mampu memenuhi kebutuhan sebesar 250 megawatt.

Amannya pasokan listrik ditegaskan oleh Assistant Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), Bayu Aswenda.

"Ya benar, aman. Salah satunya karena memang kondisi sistem kita sudah bagus. Artinya tak masalah bila PLTA hanya digerakkan satu turbin. Interkoneksi listrik semakin andal," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved