Berita Kalteng

Alat Produksi Obat Herbal Dinkes Kalteng Tak Diminati, Penjual Mengaku Meracik Sendiri Turun Temurun

Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah terus berupaya menyediakan alat produksi yang higenis untuk para peracik obat herbal atau tradisional, salah satunya

Alat Produksi Obat Herbal Dinkes Kalteng Tak Diminati, Penjual Mengaku Meracik Sendiri Turun Temurun
tribunkalteng.co/fathurahman
Obat tradisional yang dijual di pasaran Kalteng 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah terus berupaya menyediakan alat produksi yang higenis untuk para peracik obat herbal atau tradisional, salah satunya menyediakan laboratorium khusus untuk produksi obat herbal.

Namun sayangnya belum ada satu pun tabib atau penjual obat herbal di Kalteng yang mau memanfaatkan alat produksi tersebut, laboratorium untuk pengolahan obat herbal tersebut terkesan mubazir.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, mengakui, laboratorium beserta alat produksi obat herbal yang disiapkan tersebut belum juga dimanfaatkan oleh para tabib atau penjual obat herbal di Kalteng, meski sudah sering ditawarkan.

Baca: Rencana Besar Ahmad Dhani Dibocorkan Sahabat Maia Estianty, Suami Mulan Jameela Segera Bebas?

Baca: Sosok Calon Pembeli Rumah Ashanty dan Anang, Ibu Aurel Hermansyah : Pak Haji dari Kalimantan

Baca: Isu Andre Taulany Gugat Cerai Erin Taulany Menyeruak, Teman Sule Malah Jual Satu Asetnya

Baca: Ketidakpedean Barbie Kumalasari Akhirnya Muncul, Istri Galih Ginanjar Minder Karena Kucing Uya Kuya

"Kami sudah menawarkan kepada mereka agar memanfaatkan laboratorium alat produksi untuk obat herbal tersebut, tetapi saya juga kurang tau mengapa hingga kini belum ada juga warga Kalteng yang memanfaatkannya, padahal peralatan yang kami sediakan sudah sangat standar untuk produksi obat herbal," ujarnya, Selasa (17/9/2019).

Sementara itu, beberapa warga yang selama ini menjual obat herbal, mengatakan, pihaknya selama ini meracik obat herbal tradisional tidak menggunakan alat seperti yang disediakan oleh dinkes, karena secara turun temurun meracik sendiri.

Kepala Balai POM Palangkaraya, Trikoranti Mustika Wati, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan obat-obatan yang dijual dalam bentuk kemasan yang disertai keterangan penyembuhan penyakit tertentu.

"Untuk jenis obat yang dikemas dan ada keterangan untuk penyembuhan penyakit tertentu harus ada registrasi dari Balai POM," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved