Berita Regional

Beredar Isu Tsunami Pasca Ribuan Ikan Terdampar, Warga Pulau Ambon Mengungsi ke Ketinggian

Dia menyebut warga panik dan memilih mengungsi lantaran beredar informasi kalau fenomena ikan mati secara mendadak itu pertanda akan terjadi tsunami.

Beredar Isu Tsunami Pasca Ribuan Ikan Terdampar, Warga Pulau Ambon Mengungsi ke Ketinggian
ist/tribunmanado.com
Ilustrasi - Gempa bermagnitude 7, Minggu (7/7/2019 malam, warga mengungsi di Kantor Bupati Boltim 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMBON - Pasca ditemukan ribuan ikan terdampar mati, warga di  Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon  dilaporkan mulai mengungsi ke sejumlah lokasi ketinggian setelah beredar isu akan terjadi tsunami di pesisir pantai wilayah tersebut, Senin (16/9/2019) malam.

Beredarnya isu tsunami di wilayah tersebut  setelah ditemukan ribuan ikan mati terdampar  di empat desa di kecamatan Leitimur Selatan yakni Desa Rutong, Leahari, Hukurila dan Desa Hutumuri sejak beberapa hari terakhir.

“Malam ini banyak keluarga saya yang sudah mengungsi ke tempat ketinggian dengan perbekalan seadanya, mereka mengungsi karena beredar isu akan terjadi tsunami malam ini,” kata Moses salah satu warga Leitimur Selatan kepada Kompas.com via telepon, Senin malam.

Baca: BREAKING NEWS - Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Kepulauan Tanimbar, Berpotensi Tsunami?

Dia menyebut warga panik dan memilih mengungsi lantaran beredar informasi kalau fenomena ikan mati secara mendadak itu pertanda akan terjadi tsunami.

”Itu gara-gara ada yang kasih informasi kalau ikan mati mendadak itu pertanda tsunami dan itu dipercaya sebagian masyarakat,”ungkapnya.

Salah seorang staf BPBD Kota Ambon F Puturuhu, juga mengakui kalau ada warga di kecamatan tersebut yang telah memilih mengungsi termasuk juga kerabatnya.

“Ada keluarga yang mengungsi ke Hila Tanah Putih malam ini. Beta (saya) sudah mencoba berikan pemahaman bagi mereka terkait kondisi yang  ada saat ini,”kata F Puturuhu.

Sebelumnya, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy saat memberikan keterangan pers di kantor Wali Kota Ambon menegaskan, fenomena ribuan ikan mati dan terdampar di sejumlah pesisir pantai itu tidak ada kaitannya dengan gempa dan tsunami.

“Saya mengimbau agar warga jangan sampai panik, jangan juga membuat isu lewat medsos yang membuat panik masyarakat,” katanya, Senin sore.

Baca: Terpergok Saat Beraksi, Pelaku Curanmor di Lampung Todongkan Senpi, Simak Videonya

Dia pun mengajak warga agar dapat mempercayai informasi resmi dari pihak berwenang seperti BMKG dan tidak mempercayai informasi hoaks yang hanya dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Yang berwenang menyatakan peringatan dini tsunami itu BMKG jadi selama tidak ada peringatan dini tsunami jangan percaya informasi hoaks yang beredar,”katanya.  

Penulis Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty/Kompas

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beredar Isu Tsunami, Warga Pulau Ambon Mengungsi ke Ketinggian", https://regional.kompas.com/read/2019/09/16/23272721/beredar-isu-tsunami-warga-pulau-ambon-mengungsi-ke-ketinggian.

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved