Berita Banjarbaru

Ekspor Daun Gelinggang ke Jepang Capai 115,6 Ton, Kepala Badan Karantina Pertanian Harapkan Ini

Setelah mengekspor daun gelinggang ke Jepang, Badan Karantina Pertanian Banjarmasin mendukung eksportir gelinggang ke negara lain.

Ekspor Daun Gelinggang ke Jepang Capai 115,6 Ton, Kepala Badan Karantina Pertanian Harapkan Ini
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) baju batik cokelat didampingi Kadis perdagangan Kalsel dan Pihak Perwakilan Perusahaan PT Sarikaya menujukkan daun gelinggang yang siap diekspor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah Jepang, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Banjarmasin mendukung eskportir di Banua mengembangkan ekspor gelinggang ke negara lain di antaranya, Tiongkok, dan negara ASEAN lainnya.

Bukti bahwa ekspansi itu bisa dilakukan, kemarin Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Banjarmasin kembali melepas ekspor 4,02 ton daun gulinggang ke Jepang di PT Sarikaya Banjarbaru.

Dari data sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST di Banjarmasin tercatat hingga September 2019, ekspor daun gulinggang telah mencapai 115,6 ton atau 67,5 % dari total ekspor di tahun 2018 yang mencapai 171,1 ton.

"Kami berharap volume ekspor gulinggang ini dapat terus meningkat begitu juga dengan negara tujuannya, rasanya pasar Cina juga perlu dijajaki karena Cina juga dikenal sebagai negara pengkonsumsi herbal, " ujar Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat kunjungan kerjanya di gudang pemilik daun gulinggang, Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (17/9/2019).

Baca: Wasiat Terakhir BJ Habibie Akhirnya Dibocorkan Sang Putra, Bukan Soal Pesawat Ataupun Ainun Habibie

Baca: Pembangunan Jembatan Penghubung Kotabaru Dilanjutkan, Tanahbumbu Akan Libatkan CSR PT SILO

Baca: Anak Sophia Latjuba Panggil Papa ke Gading Marten, Eks Gisella Anastasia Balas Ini

Baca: Fakta Terungkap Pasca Tiga Setia Gara Bongkar Isi Chat Nikita Mirzani, Seteru Elza Syarief Ucap Ini

Jamil menjelaskan kunjungan kerjanya kali ini bertujuan selain untuk mengapresiasi pelaku usaha juga sekaligus untuk memastikan layanan "jemput bola" atau pemeriksaan karantina digudang pemilik yang telah ditetapkan sebagai Tempat Lain telah berjalan dengan baik. Dan juga menjajagi inovasi layanan lainnya yang dibutuhkan pelaku usaha.

Menurut Jamil, sebelum diekspor petugas karantina telah melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik, guna memastikan kesehatan dan keamanan komoditas sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor.

"Tindakan karantina dilakukan untuk pastikan tidak ada hama penyakit sesuai persyaratan _sanitary and phytosanitary measures agreements baru kemudian kita keluarkan sertifikat phytosanitary-nya sebagai jaminan dari otoritas karantina di Indonesia," tambahnya.

Pelepasan Daun Gelinggang atau Daun Ketepeng untuk ekspor ke Jepang.
Pelepasan Daun Gelinggang atau Daun Ketepeng untuk ekspor ke Jepang. (banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda)

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga pelepasan ekspor komoditas pertanian asal tumbuhan dan turunannya.

Masing-masing adalah 135 ribu ton Palm Kernel Expeller (PKE) tujuan Vietnam; 304,5 ton Palm Kernell Oil (PKO) tujuan Tiongkok; 201,6 ton karet lempengan tujuan India dan 40,365 meter kubik tujuan India.

Adapun total nilai ekonomi pada pelepasan ekspor produk pertanian asal Kalsel kali ini adalah Rp. 547.5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved