Eksploitasi Loksado

Inilah Fasilitas Penginapan dan Hotel di Loksado Kabupaten HSS dan Sekitarnya

Bagi pengujung yang ingin berlama-lama di Loksado, setidaknya ada enam lokasi penginapan di area Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Inilah Fasilitas Penginapan dan Hotel di Loksado Kabupaten HSS dan Sekitarnya
Ist/Disporapar HSS
Dua villa yang merupakan bagian dari penginapan Alam Roh Tujuh di Loksado 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Banyak hal yang bisa dieksplore dari Loksado yang memiliki anugrah alam yang indah di lereng Pegunungan Meratus dengan puncak-puncaknya yang menawan dan sungai Amandit yang mengalir jernih di bawahnya.

Karena itu tak cukup waktu sehari untuk mengeksplore keindahan wisata alam ini.

Bagi pengujung yang ingin berlama-lama di Loksado, setidaknya ada enam lokasi penginapan di area Loksado, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Pertama, Amandit River Lodge, di Desa Muara Hatip. Graha Wisata Sungai Amandit, nama lain dari penginapan tersebut sebuah penginapan kecil, dengan jumlah kamar sekitar 20 unit. Setiap ruangan dilengkapi kasur di atas tikar lampit tampa ranjang, kamar mandi dan kipas angin.

Baca: Berkunjung ke Balai Malaris, Loksado HSS, Sekalian ke Air Terjun Riam Barajang dan Riam Hanai

Baca: Air Terjun Haratai Loksado, Kabupaten HSS, Lebih Cantik Dikunjungi Pada Musim Hujan

Karena di wilayah pegunungan, suhu udara tak terlalu panas, dan tak juga dingin, kecuali malam hari hingga subuh, sehingga tak memerlukan pendingin ruangan. Bangunannya terbuat dari kayu dengan gaya rumah panggung. 

Penginapan juga dilengkapi fasiltas ruang pertemuan sekaligus tempat untuk makan lesehan. Meski sederhana, penginapan ini disukai pengunjung karena sekelilingnya ditumbuhi pohon-pohon besar.

Apalagi, di bagian belakang penginapan, adalah sungai Amandit yang jernih,sehingga bisa mandi rame-rame, dan bisa bermain-main di tepi sungai yang ditumbuhi rumput hijau.

Tempat menginap yang tak kalah nyamannya adalah Wisma Alam Roh Tujuh (ART) di Desa Lokdaso. Wisma ini dilengkapi delapan kamar, tiga vila mini, satu vila besar dan Aula untuk pertemuan. Di depan penginapan merupakan aliran sungai Amandit  jalur bambu rafting.

Baca: Bukit Langara, Loksado, HSS, Menantang Bebatuan Runcing Nan Tajam demi Pemandangan Asri Meratus

Baca: Bukit Palawan Halinjuangan, Kabupaten HSS, Melihat View Pegunungan Meratus dari Rakit Bambu

 Jika ingin rafting dan ke objek wisata lainnya di kawasan Loksado, cukup hubungi petugas resepsionis. Area ART cukup luas dengan tariff kamar Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta per malam. Selanjutnya, ada Mount Meratus Resort, di Desa Luk Lahung, penginapan terkenal yang menjadi favorit wisatawan dan salah satu penginapan andalan.

Di penginapan tersebut tersedia beberapa pilihan kamar, mulai tipe deluxe twin room dengan tariff Rp 440 ribu per malam, hingga super deluxe king size dengan taraif Ro 495 ribu per malam serta villa house bertarif Rp 1,5 juta per malam.

Wisma Amandi di Desa Hulu Banyu, Muara HatIp Kecamatan Loksado, HSS
Wisma Amandi di Desa Hulu Banyu, Muara HatIp Kecamatan Loksado, HSS (Ist/Disporapar HSS)

Kamar didesain nuansa tradisional yang nyaman dan unik. Tersedia pula restoran, area merokok, massage resepsionis 24 jam serta fasilitas lainnya.

Ruang terbuka di bagian belakang bangunan, membuat pengujung bisa menikmati view pegungan meratus dan sungai Amandit, jalur bamboo rafting.

Pihakpengelola juga menyediakan rafting, trekking ke hutan dan air terjun, camping, outbond dan besepeda. Tiga penginapanlainnya, adalah Wisma Famili di di Desa Tanuhi Hulu Banyu, Wisma Loksado di Desa LOksado dan TAnuhi Cootage di Desa Luk Lahung. (banjaramasinpost.co.id/hanani )

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved