Berita Kabupaten Banjar

Masyarakat Cindai Alus Berinovasi Mengolah Ikan Patin jadi Biskuit dan Es Krim Sehat dan Bergizi

Martapura semakin mengembangkan kreativitasnya, masyarakat Cindai Alus khususnya berani memunculkan inovasi produk makanan sehat yang tinggi gizi

Masyarakat Cindai Alus Berinovasi Mengolah Ikan Patin jadi Biskuit dan Es Krim Sehat dan Bergizi
Foto ULM
Inovasi produk pengolahan biskuit dan es krim ikan patin tidak terlepas dari adanya kerjasama dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang digagas oleh Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Biologi yaitu Dosen dan Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Martapura semakin mengembangkan kreativitasnya, masyarakat Cindai Alus khususnya berani memunculkan inovasi produk makanan sehat yang tinggi gizi dan mudah penanganannya khususnya dalam produk pangan alternatif yang berasal dari ikan patin.

Ikan patin yang dijadikan sumber ekonomi bagi masyarakat setempat akhirnya dapat dikembangkan dengan olahan produk inovasi yaitu biskuit dan es krim ikan patin.

Cindai Alus adalah salah satu kelurahan di kabupaten Banjar yang dicanangkan sebagai kota minapolitan penghasil ikan patin.

Data sementara produksi Patin di Propinsi Kalimantan Selatan pada 2014 adalah 25,5 ribu ton.

Volume ini setara dengan 6,3 % produksi patin nasional yang mencapai 403 ribu ton.

Baca: Keanehan Penyakit Cut Meyriska Diungkap Roger Danuarta, Ini Hasil Pemeriksaan Teman Marcella Simon

Baca: Artis Indonesia Tiga Setia Gara Merasa Minta Maaf Video soal KDRT Suami di Amerika Jadi Viral

Baca: Gaji Merry Ikut Bu Dendy Dibahas, Bandingkan Saat Bareng Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Baca: Beban Psikologis Betrand Peto Diungkap Ruben Onsu, Suami Sarwendah Sebut Soal Aib Keluarga

Target produksi patin nasional pada 2015 adalah 604,7 ribu ton dengan target kontribusi produksi dari Kalimantan Selatan sebesar 48,6 ribu ton.

Dalam satu hari, kawasan minapolitan Cindai Alus mampu menghasilkan 35 – 40 ton patin.

Istri-istri para pembudidaya ikan di Cindai Alus yang tidak memiliki pekerjaan dan masih berada di usia produktif berpotensi untuk diberikan wawasan dalam pengembangan produk olahan ikan patin yaitu biskuit dan es krim.

Inovasi produk pengolahan biskuit dan es krim ikan patin tidak terlepas dari adanya kerjasama dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang digagas oleh Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Biologi yaitu Dosen dan Himpunan Mahasiswa Biologi “Apidae” FMIPA Universitas Lambung Mangkurat.

Desa Cindai Alus yang masyarakatnya identik memanfaatkan ikan patin hanya untuk dijual sebagai ikan segar tanpa diolah terlebih dahulu, sekarang mampu membuat suatu produk untuk meningkatkan nilai jual, bahkan mengetahui manfaat kandungan dari ikan patin tersebut karena adanya pelatihan secara langsung dan pemberian materi oleh tim pengabdian yang diketuai oleh Drs. Heri Budi Santoso M.Si.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved