Tajuk

Mengembalikan Pesona Sungai

Dinas PUPR Kota Banjarmasin, melanjutkan penataan Sungai Belasung di Kelurahan Kertak Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah pada 2020

Mengembalikan Pesona Sungai
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Sungai Belasung, yang berada di tengah Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, melanjutkan penataan Sungai Belasung di Kelurahan Kertak Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah pada 2020. Sekarang, 20 bangunan liar di atas sungai dibongkar warga atas kesadaran sendiri.

Sebagaimana dirilis BPost (16/9/2019), “40 Dapur Menyusul Dibongkar; Pembersihan Sungai Belasung Dilanjutkan Tahun Depan.” Kabid Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbulwathoni, menyatakan akan melanjutkan penataan pada sungai-sungai kecilnya.

Selain ditata, sungainya dikeruk. Juga dibangun jalan darurat, jembatan kecil penyeberangan serta sejumlah taman. Dengan demikian, Sungai Belasung, Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah, akan menjadi percontohan sungai di tengah kota.

Masih relevankah menjual panorama sungai, yang hanya dilengkapi siring di bantarannya? Kemudian ada fasilitas atau ruang publik seadanya, tanpa merevitalisasi kehidupan sungai yang sesungguhnya?

Bukankah akan tampak asri, elok, indah, bagus dan bersih serta bisa mendatangkan kenyamanan bagi semua warga Kota Banjarmasin, jika sungai-sungai kecil, selokan dan saluran air atau drainase berfungsi secara maksimal.

Jadi, kalau menginginkan kenyaman maka haruslah memfungsikan aliran sungai. Namun bagaimana faktanya? Banyak kawasan pemukiman, tempat-tempat tertentu yang tidak memperhatikan, bahkan menutup aliran sungai.

Terlepas dari persoalan kehidupan sungai, terutama bagi warga Kota Banjarmasin yang tinggal di bantaran sungai; Tampaknya sangat berpengaruh terhadap penataan beberapa sungai kecil di Kota Banjarmasin. Sebab, di mana-mana sungai sudah menyempit.

Bahkan, ada sungai yang hilang, sehingga jadi tantangan baru. Itu artinya, Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Seribu Sungai ini, ekstra hati-hati untuk mempromosikan sungai sebagai daya tarik bagi wisatawan ke Kota Banjarmasin.

Jika sungai jadi satu daya tarik wisatawan ke Kota Seribu Sungai ini, tidak ada cara lain, kecuali membenahi persoalan yang mengitarinya.

Persoalan kehidupan di sungai, tidak jadi penghalang wisatawan ke Banjarmasin. Wisata air tetap bisa dinikmati, apakah Pasar Terapung di Muara Kuin setiap Subuh atau suasana pasar terapung di Siring Pierre Tendean Banjarmasin, pagi Sabtu dan Ahad.

Pelestarian sungai dan pesonanya, perlu dikembalikan. Demikian pula, revitalisasi sebagaimana potret kehidupan di Pasar Terapung Muara Kuin, tampaknya perlu.

Sebab, inilah barangkali yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Banjarmasin, menikmati suasana tempo dulu.

Dulu, banyak rumah warga yang menghadap ke sungai, namun tertib dan bersih lingkungannya. Bukankah indikator warga yang tertib, bisa diukur dari kemauan dan kemampuan untuk mewujudkan kebersihan lingkungan tadi.

Inilah tantangan. Dan, bersyukurlah pembongkaran bangunan liar di atas sungai di Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah tersebut, atas kesadaran warga di sana. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved