Berita Kabupaten Banjar

Pelajar Repatriasi di Martapura Tertarik Wisata Banua, Tapi Asa Mereka Terkendala Hal Ini

Itulah kondisi yang dijlani anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang orangtuanya bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia.

Pelajar Repatriasi di Martapura Tertarik Wisata Banua, Tapi Asa Mereka Terkendala Hal Ini
banjarmasinpost group/idda royani
CERIA - Abin, Jessica, dan Rosmarlyn ceria berpose bersama. Pada jam istirahat ketiganya bercengkerama dengan siswa lainnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebatangkara menapaki kehidupan di perantauan tentu tak mudah. Apalagi ketika jiwa masih labil, terlebih kultur yang berbeda.

Itulah kondisi yang dijlani anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang orangtuanya bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia.

Melalui program Indonesia Memanggil, pemerintah membiayai pendidikan mereka (repatriasi). Di Kalimantan Selatan, tercatat sepuluh sekolah menengah atas sederajat yang saat ini menampung anak-anak TKI tersebut. Di antaranya di SMKN 1 Martapura.

Di sekolah yang beralamat di Jalan Pendidikan Nomor 79 RT 03 RW 04, Sekumpul, Martapura, ini terdapat 28 siswa penerima beasiswa repatriasi.

Rinciannya, angkatan pertama tahun 2018 sebanyak 17 orang (8 perempuan, 9 laki-laki) dan angkatan kedua tahun 2019 sebanyak 11 orang (9 perempuan, 2 laki-laki).

Baca: Bukit Langara, Menantang Bebatuan Runcing Nan Tajam demi Pemandangan Asri Pepohonan dan Udara Segar

Mereka mampu beradaptasi secara cepat. Saat jam istirahat misalnya, anak TKI Sabah itu membaur bersama siswa lainnya. Canda tawa kerap mewarnai obrolan mereka.

Jessica Bota Liwun, Rosmarlyn Kewa, dan Abin Musa misalnya. Ketiganya mengaku nyaman sekolah di SMKN 1 Martapura. Semua teman satu sekolahnya menyambut hangat keberadaan mereka.

Ketiganya saat ini duduk di bangku kelas XI dan sama-sama di Jurusan Tata Busana. Orangtua ketiganya sama-sama menjadi buruh di Sabah, Malaysia. Mereka juga dilahirkan di daerah yang saya yakni di Tawau.

Jessica lahir Januari 2002, orangtuanya berasal dari Larantuka (NTT) dan kini di Sabah menjadi buruh antar barang. Rosmarlyn lahir Maret 2001, orangtuanya berasal dari Lembata (NTT) dan kini di Sabah menjadi buruh di perusahaan perkebunan buah.

Sedangkan Abin lahir September 2001 dan orangtuanya berasal dari Tanatoraja (Sulawesi Selatan) dan di Sabah bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit.

Baca: VIRAL VIDEO Penampakan Pocong di Tangerang, Warga Gemeteran, Hilang Saat Mau Ditangkap, Ini Faktanya

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved