Berita Banjarmasin

Pelatihan Jurnalistik Islami, Para Pendakwah Diharapkan Bisa Memosting Konten Bermuatan ini

Tidak bisa dipungkiri, di era disrupsi 4.0 informasi atau perubahan berbagai sektor akibat digitalisasi, internet saat ini seolah menjadi segalanya.

Pelatihan Jurnalistik Islami, Para Pendakwah Diharapkan Bisa Memosting Konten Bermuatan ini
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Ketua MUI Kalsel saat membuka acara Pelatihan Jurnalistik Islami Pengelola dan Organisasi Kemasyarakatan Islam di Hotel Rodhita Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tidak bisa dipungkiri, di era disrupsi 4.0 informasi atau perubahan berbagai sektor akibat digitalisasi, internet saat ini seolah menjadi segalanya.

Sekaligus menjadi tantangan bagi para dai, mubalig, tuan guru dan pendakwah, dalam menyampaikan risalah Islam, hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Komunikasi MUI Kalsel Irhamsyah Safari, Selasa (17/9/2019) pagi tadi, pada pelatihan jurnalistik Islami di Hotel Rodhita Kota Banjarmasin.

Hal tersebut dianggap penting diberikan kepada pengelola dan organisasi kemasyarakatan Islam.

"Sekarang media cetak, digital, menjadi saluran penting dalam menyampaikan risalah islam. Maka dari itu kami, MUI memandang dan mengajak selama setengah hari ini bisa menyikapi dan mengenali perkembangan informasi tersebut," jelasnya.

Baca: Perselisihan Venna Melinda & Verrell Bramasta Terungkap, Karena Natasha Wilona atau Febby Rastanty?

Baca: Keanehan Penyakit Cut Meyriska Diungkap Roger Danuarta, Ini Hasil Pemeriksaan Teman Marcella Simon

Baca: Artis Indonesia Tiga Setia Gara Merasa Minta Maaf Video soal KDRT Suami di Amerika Jadi Viral

Baca: Gaji Merry Ikut Bu Dendy Dibahas, Bandingkan Saat Jadi Asisten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Dengan pelatihan jurnalistik itu diharapkan bisa meningkatkan kemampuan menulis dan memosting konten bermuatan islami serta risalah islam di media sosial serta lainnya.

"Jadi istilah da'i pewarta. Karena itu da'i yang mampu menyiarkan dakwah islam melalui tulisan, tentu setelah menyiarkan tulisan-tulisan dan konten lainnya di medsos itu mengajak umat untuk bersimpati bukan islam menjadi konsumsi warganet negatif, tapi menyampaikan islam rahmatan lil alamin," jelasnya.

Pemateri pada pelatihan tersebut terdiri atas Prof Dr HA Fahmy Arief, MA, Guru besar UIN Antasari Banjarmasin, Dr Tituen Agustina, Ketua Stimi Banjarmasin, dan Drs Ahmad Barjib B, kolomnis media dan penulis buku.

Pelatihan Jurnalistik Islami kepada Pengelola dan Organisasi Kemasyarakatan Islam yang digelar di Hotel Rodhita Kota Banjarmasin dibuka langsung oleh Ketua MUI Kalsel, KH Husin Nafarin.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved