Berita Kabupaten Banjar

Setahun Berinteraksi dengan Anak TKI, Begini Respons Pelajar Lokal Martapura Kabupaten Banjar

Kalangan siswa lokal di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), sangat terbuka toleran terhadap perbedaan kultur.

Setahun Berinteraksi dengan Anak TKI, Begini Respons Pelajar Lokal Martapura Kabupaten Banjar
Banjarmasinporst.co.id/idda royani
CERIA -┬áBeberapa siswa repatrasi ceria berpose dengan Kepala SMKN 1 Martapura Dwi Ayati. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kalangan siswa lokal di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), sangat terbuka toleran terhadap perbedaan kultur.

Karena itu mereka cepat akrab dengan pelajar yang berasal dari Sabah, Malaysia. Di Kabupaten Banjar ada satu sekolah yang menampung pelajar penerima beasiswa repatriasi dari pemerintah pusat yakni SMKN 1 Martapura.

Pelajar repatriasi adalah anak para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang umumnya bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sabah.

Di SMKN 1 Martapura saat ini tercatat 28 siswa repatriasi. Orangtua mereka senagian besar berasal dari Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tengah.

Baca: Pelajar Repatriasi di Martapura Tertarik Wisata Banua, Tapi Asa Mereka Terkendala Hal Ini

Kalangan siswa lokasi setempat selalu memberi semangat kepada rekan-rekan mereka dari Sabah tersebut. Mereka tak pernah membeda-bedakan.

"Kami senang mereka sekolah di sini. Meski budaya kami berbeda, tapi kami sangat akrab," ucap Zainur Ilmi, siswa kelas XI SMKN 1 Martapura, Selasa (17/09/2019).

AKRAB - Tiga siswa rapatriasi (kedua dari kiri_ Rosmarlin, Jessica, Abin) berbincang akrab dengan siswa umum lainnya pada jam istirahat siang, Kamis (12/9/2019) siang.
AKRAB - Tiga siswa rapatriasi (kedua dari kiri_ Rosmarlin, Jessica, Abin) berbincang akrab dengan siswa umum lainnya pada jam istirahat siang, Kamis (12/9/2019) siang. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Ia mengaku senang punya teman dari kultur dan bahasa yang berbeda. Dengan begitu bisa saling bertukar pengalaman maupun saling menggali budaya masing-masing.

Penuturan serupa diutarakan Ratri Nur Kusuma Dewi, siswa kelas XI. "Kita di sini semuannya teman baik. Termasuk mereka para penerima beasiswa repatriasi," ucapnya.

Baca: VIRAL VIDEO Penampakan Pocong di Tangerang, Warga Gemeteran, Hilang Saat Mau Ditangkap, Ini Faktanya

Kepala SMKN 1 Martapura Dwi Ayati mengatakan seluruh siswa repatriasi di sekolahnya cepat beradaptasi.

Begitu pula dengan siswa umum lainnya juga terbuka dan cepat akrab. "Sekolah kami adalah sekolah inklusi, jadi kami sudah terbiasa dengan perbedaan. Justru dengan perbedaan itulah kebersamaan itu makin menguat," ucapnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved