Berita HSS

Tumbuh di Pegunungan Meratus, Ibu-ibu di HSS Diajak Bikin Bubur Sop Ikur Ikur Pencegah Stunting

Ikur ikur Yaitu jenis tumbuhan dengan bulir sangat kecil sekecil biji selasih, yang tumbuh di wilayah Pegunungan Meratus.

Tumbuh di Pegunungan Meratus, Ibu-ibu di HSS Diajak Bikin Bubur Sop Ikur Ikur Pencegah Stunting
Dari Dinas Kominfo HSS untuk BPost
Pegawai Ketahanan Pangan memasak ikur ikur menjadi bubur sop, di Posyandu Desa Madang Kecamatan Padang Batung HSS, Rabu (17/9/2019). Ikur-ikur (dalam bungkus plastik) beserta bahan tambahan membuat sop. 

BANJARAMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Salah satu tanaman pangan lokal yang ada di bumi Hulu Sungai Selatan (HSS) adalah ikur ikur. Yaitu jenis tumbuhan dengan bulir sangat kecil sekecil biji selasih, yang tumbuh di wilayah Pegunungan Meratus.

Ikur-ikur atau dalam bahasa Jawa jewawut, tersebut bisa menjadi alternatif pengganti pangan non beras yang bergizi.  

 Kandungan protein dan kalsium yang tinggi pada ikur ikur, membuatnya bisa membantu memperbaiki gizi balita dan anak-anak, bahkan mencegah stunting atau bayi pendek yang tak sesuai standar ideal. 

Agar masyarakat khususnya ibu-ibu lebih mengetahui manfaat ikur-ikut dan sering menyajikan bahan pangan ini di menu sehari-hari keluarga, Dinas Ketahanan Pangan HSS, Rabu (18/9/2019) melaksanakan sosialisasi, sekaligus praktek mengolah bahan tersebut menjadi bubur sop yang lezat.

Baca: Tak Pernah Diajak Pambakal Kunker, Begini Curhatan Kalangan BPD di Banjar

Baca: Hasil & Live Streaming Martapura FC vs Sulut United Liga 2 2019, Skor 0-0 di Babak Pertama

Baca: Setelah Membunuh, Ahmad Sembunyikan Parang di Bawah Pohon Bambu

Baca: Tangis Istri Sunan Kalijaga Cerita Salmafina Sunan, Sesal Heidy Sunan Nikahkan dengan Taqy Malik?

 Sosialisasi dan praktek memasak ikur ikur dilaksanakan Seksi Konsumsi dan Keanekaragaman Pangan  berserta staf, di Poyandu Kenanga Mekar, Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, HSS. 

Selain menjelaskan manfaat ikur-ikur bagi kesehatan, warga terdiri kaum ibu tersebut diajak praktek langsung memasak bubur sop, dan bahan campurannya, yaitu sayuran wortel, jagung, bawang prey, serta daun saledri yang ditaburkan bawang goreng pada ikur-ikur yang sudah masak.   

 Kasi  Konsumsi  dan Keanekaragaman Pangan Dinas KP HSS Nor Ipansyah mengatakan, praktek memasak ikur ikur, dengan harapan pangan lokal ini lebih diminati masyarakat sebagai pengganti konsumsi beras.

Disebutkan, selain dibuat menjadi sup, pangan berwarna cokelat muda itu bisa dimasak dengan cara lainnya sesuai selera.

“Yang jelas, masyarakat harus tahu, ini makanan bergizi  yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, khususnya bagi balita, mencegah bayi pendek,”katanya.

 Sumiati salah satu peserta sosialisasi mengakui, selama ini belum begitu mengetahui  jika ikur-ikur ini bisa dibikin bubur sop  ayam.

“Selama ini kan kalau bikin bubur ayam pakai beras. Setelah tahu bisa dibikin menu seperti ini, saya akan coba  memasaknya untuk keluarga dan anak-anak di rumah”katanya.

Dikatakan, ikur ikur biasanya ditemukan di wilayah Pegunungan Meratus di HSS. Selain Padang Batung juga di wilayah Kecamatan Loksado.

Baca: Rektor ULM Sutarto Hadi : Mobil Listrik Karya Mahasiswa ULM Bisa Untuk Armada Antar Fakultas

Baca: Dianggap Berpakaian Minim Saat Layani Pelanggan, Janatun Diamankan Satpol PP Balangan

Baca: Ban Mobil Tiba-tiba Pecah Tak Boleh Panik, Jangan Injak Rem, Lebih Baik Injak Gas, Ini Tips Praktisi

 Selain di wilayah HSS, pangan ini juga banyak terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah  dan Kabupaten Balangan dengan nama berbeda, yaitu Jantan.

Biasanya, panen ikur ikur dilaksanakan warga Dayak Meratus pasca panen padi. Masyarakat Dayak sendiri, jarang memetik ikur-ikur untuk dijual, tapi untuk makanan selingan. Namun, jika ada yang ingin membeli, mereka mau saja menjualnya dengan harga cukup murah. (banjaramasinpost.co.id/hanani )

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved