Berita HST

4 Bocah SIT Al Khair Sesak Nafas & Kejang-kejang Terhirup Kabut Asap, Sekolah Dipulangkan Lebih Awal

Kabut asap pekat masih terjadi di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rabu (18/9/2019). Dampaknya, empat Siswa Islam

4 Bocah SIT Al Khair Sesak Nafas & Kejang-kejang Terhirup Kabut Asap, Sekolah Dipulangkan Lebih Awal
Banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Siswa SIT Al Khair pulang lebih awal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Kabut asap pekat masih terjadi di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rabu (18/9/2019). Dampaknya, empat Siswa Islam Terpadu (SIT) Al Khair, Barabai harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit H Damanhuri Barabai karena mengalami sesak nafas hingga kejang.

Siswa yang mengalami sesak nafas dan kejang yakni Siti Nur Khadijah, Nur Arifa Paulina, Nisfiya, dan Eigin. Siti Nur Khadijah, Nur Arifa Paulina, Nisfiya merupakan siswa SMPIT Al Khair. Sedangkan Eigin merupakan siswa SDIT Al Khair.

Keempatnya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Dhamanhuri karena sesak nafas. Bahkan, Nisifiya sempat mengalami kejang. Nisfiya kejang saat berada di laboratorium IPA di lantai dua.

Nisfiya yang mengalami sesak hingga kejang hanya bisa gemetaran saat digotong dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca: Misteri Pemilik Jet Pribadi Syahrini Terungkap Pasca Postingan Maia Estianty & Komentar Sandra Dewi?

Baca: Skor 6-1! Hasil Timnas U-16 Indonesia vs Mariana Utara di Babak Pertama Live RCTI, Ini Cuplikan Gol

Baca: Kebakaran Hutan Ancam Keselamatan Beruang dan Bekantan di Kabupaten Banjar

“Pusing sekali,” ujarnya singkat.

Nisfiya dan tiga orang siswa lainnya mendapatkan pertolongan oksigen dan nebu di IGD. Usai dinebu dan mendapatkan oksigen, siswa yang mengalami sesak nafas diperbolehkan pulang. Tiga orang siswa dijemput oleh orangtuanya sedangkan Nisfiya diantarkan oleh pihak sekolah ke Pantai Hambawang.

Keempat siswa ii diperbolehkan pulang, asalkan istirahat yang cukup dan sementara waktu tidak keluar rumah dan tidak terpapar kabut asap.

Kasus sesak nafas yang terjadi pada siswa SIT Al Khair hingga dipulangkan bukan kali petama. Pada Jumat (13/9/2019) dan Selasa (17/9/2019) 10 siswa harus masuk unit kesehatan siswa (UKS). Rinciannya empat siswa SDIT, dan enam siswa SMPIT. Sedangkan dua orang lainnya harus dilarikan ke IGD rumah sakit.

Alhasil, agar tak ada siswa yang mengalami sesak nafas serupa, SIT Al Khair mengambil kebijakan untuk memulangkan siswa lebih awal pukul 13.00 Wita pada Jumat (13/9/2019), Selasa (17/9/2019), dan Rabu (18/9/2019). Seharusnya jadwal siswa pulang pada pukul 16.30 Wita.

Orangtua siswa, Anisa, mengaku ekstra menjaga anaknya yang baru kelas II SD. Terlebih pada musim asap seperti saat ini, ia membatasi anaknya untuk keluar rumah jika tidak diperlukan.

“Sekarang musim asap. Sebagai orangtua jelas takut. Alhamdulillah sejauh ini memang anak saya masih kuat fisiknya semoga tidak kenapa-kenapa,” harapnya.

Untuk meningkatkan imunitas sang anak, ia memproteksi anaknya dengan masker dan memberikan multivitamin.

Ketua Yayasan Al Futuwwah, Deddy, mengatakan kebijakan pemulangan siswa lebih awal dilakukan sekolah dengan mempertimbangkan kabut asap yang semakin pekat dan demi kesehatan siswa. Apalagi, jumlah siswa di SIT Al Khair mencapai 1.118. rinciannya, PAUDIT 222 siswa, SDIT 669, SMPIT 227 siswa.

“Anak ada yang kambuh asmanya. Ini yang harus kami hindari,” jelasnya.

Ia berharap dengan dipulangkan siswa lebih awal agar siswa dapat berisitirahat di rumah. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved