Berita Banjarmasin

Dampak Pengurangan Cabor oleh PB PON di Papua 2020, ini Kata Pelatih Wasaka Kalsel

Ramadhan Arifin, M.Pd, Dosen JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat ini berpendapat melihat ramainya pembicaraan tentang pengurangan cabang

Dampak Pengurangan Cabor oleh PB PON di Papua 2020, ini Kata  Pelatih Wasaka Kalsel
istimewa
Ramadhan Arifin, M.Pd, Dosen JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ramadhan Arifin, M.Pd, Dosen JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat ini berpendapat melihat ramainya pembicaraan tentang pengurangan cabang olahraga (Cabor) pada PON Papua 2020 yang diungkapkan oleh Gubernur Papua di beberapa media elektronik maupun cetak, tentu saja sangat menjadi perhatian oleh Pengurus Besar Cabang Olahraga.

Semua pengurus mengharapkan semua cabor yang telah disepakati sejak awal dapat mengikuti Pekan Olahraga Nasioanal (PON) di Papua, tetapi karena berbagai hal yang sangat urgen terkait sarana dan prasarana yang belum selesai maka dari itu munculah opini terkait pengurangan cabor tersebut.

Dampak yang sangat signifikan tentu sangat dirasakan Pengprov cabor masing-masing daerah.

Hal yang sangat paling dirasa dari segi pendanaan, banyak sekali pengeluaran dana yang telah habis untuk menyiapkan atlet.

Baca: Tangisan Elza Syarief Cerita Efek Buruk Pasca Dilabrak Nikita Mirzani di Acara Hotman Paris Show

Baca: Wanti-wanti Anggia Chan ke Sahila Hisyam Jelang Dilamar Vicky Prasetyo, Sebut Eks Angel Lelga Begini

Baca: Berbaju Seksi, Ayu Ting Ting Rangkul Cowok, Tangan si Pria ke Area Tubuh Teman Ivan Gunawan Disorot

Dari segi waktu, para pelatih sudah bersusah payah untuk menyiapkan propram latihan dengan jangka waktu 2-3 tahun untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Pelatih Fisik Satgas Wasaka Kalsel ini juga mengatakan selanjutnya dari segi psikis, atlet dan pelatih sangat kecewa sebab hal yang dilakukan dalam waktu 2-3 tahun tidak ada tujuan atau sia-sia.

Dapat diibaratkan memupuk tanaman berharap tumbuh berkembang dan berbuah tetapi ladang hangus terbakar api.

Hal yang tentunya sangat memprihatinkan lagi ada cabang olahraga yang sudah menjalankan Pra Pekan Olahraga Nasional (PraPON) dan cabor itu ditiadakan, ini menjadi perhatian kalangan aktivis olahraga untuk mencari sebuah solusi.

Informasi yang beredar tentang solusi tersebut, Pengurus Besar Cabor siap memfasilitasi jika tuan rumah tidak bisa melaksanakan.

Sebagai contoh pada cabang olahraga Petangue, PB Petanque siap menyiapkan sarana pertandingan walaupun pelaksanaan di luar Papua.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved